Rahmah

Humor; Pesan Moral Dibalik Jatuhnya Buah Arbei pada Kepala Abu Nawas

Saat sedang bersantai, tiba-tiba Abu Nawas kejatuhan buah arbei yang jatuh tepat di kepalanya.


Humor; Pesan Moral Dibalik Jatuhnya Buah Arbei pada Kepala Abu Nawas
Ilustrasi Abu Nawas (Nambla)

AKURAT.CO  Abu Nawas dikenal sebagai sosok yang sederhana. Di rumahnya pun tidak ada barang-barang berharga dan mewah. Ia hanya memiliki sebuah kebun yang cukup luas. Kebun tersebut ia kelola untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Seperti biasa, Abu Nawas datang ke kebunnya untuk menanam berbagai macam tanaman dan sayuran sambil mengamati beberapa buah yang sepertinya sudah siap untuk dipanen. Biasanya ia berkebun sampai hari sudah mulai petang.

Akan tetapi, pada hari itu matahari bersinar cukup terik. Hal tersebut membuat Abu Nawas sangat lelah dan memilih untuk berteduh di bawah sebatang pohon arbei sambil menyantap bekal makanan yang dibawanya dari rumah.

Sesudah menyantap hidangan tersebut, Abu Nawas melanjutkan istirahatnya dengan membaringkan tubuhnya sambil memperhatikan setiap detail pohon arbei yang rindang itu. Abu Nawas mengamati daun, ranting dan juga buahnya yang lebat bergelantungan.

Di sela-sela waktu santainya itu, tiba-tiba saja terlintas sesuatu di benaknya. Sehingga dalam hatinya bergumam,

"Aku merasa heran, kenapa sebabnya pohon arbei yang sebesar ini hanya memiliki buah yang sangat kecil sekali. Sedangkan pohon labu yang kecil merambat dan mudah patah saja dapat menghasilkan buah yang besar," 

Sesaat kemudian, tiba-tiba datang angin kecil yang meniup pohon arbei milik Abu Nawas itu. Ranting pohon arbei tersebut bergerak-gerak dan juga saling bergesekan satu sama lain. Hal tersebut, menyebabkan satu buah arbei itu terjatuh tepat di kepala Abu Nawas yang kebetulan sedang tidak mengenakan penutup kelapa itu. Ternyata, kejadian tersebut menjadi jawaban atas pertanyaan Abu Nawas tadi.

Sehingga, Abu Nawas merasa beruntung karena di siang itu ia hanya kejatuhan buah arbei saat sedang beristirahat. Ia berpikir bagaimana jadinya jika saat beristirahat di bawah pohon labu, kemudian kejatuhan buahnya,  tidak terpikirkan apa yang akan dialami dirinya itu.

Cerita ini memberikan pesan bahwa Allah SWT telah menciptakan setiap makhluk yang dilengkapi dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Semuanya akan berjalan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Wallahu A'lam Bishawab. []