Rahmah

Humor Gus Dur: Tukang Becak yang Banyak Akal

Presiden Gus Dur pernah bercerita kepada salah seorang menterinya, Mahfud MD. Gus Dur bercerita tentang orang Madura yang banyak akal dan cerdik.


Humor Gus Dur: Tukang Becak yang Banyak Akal
Gus Dur/Abdurrahman Wahid (NGOPI.ID)

AKURAT.CO  KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur merupakan seorang tokoh yang gencar mengampanyekan isu toleransi dan persatuan di Indonesia. Gus Dur dikenal tidak hanya berkomunikasi atau berteman dengan kalangan Muslim, tetapi juga bersahabat dengan kalangan-kalangan lain yang berbeda agama, seperti umat Kristen, Katolik, Hindu, Konghucu, Budha dan agama lainnya.

Di samping itu, yang menjadi ciri khas dari Gus Dur adalah sering melontarkan jokes atau humor-humor lucu kepada para pengikut dan temannya dalam berbagai kesempatan. Karena bagi Gus Dur, humor sudah menjadi sebuah nutrisi menyehatkan.

Seperti humor Gus Dur yang dilansir dari BOLA.Com, Presiden Gus Dur pernah bercerita kepada salah seorang menterinya, Mahfud MD. Gus Dur bercerita tentang orang Madura yang banyak akal dan cerdik.

baca juga:

Cerita ini bermula ketika ada seorang tukang becak asal Madura yang kepergok seorang polisi ketika memasuki kawasan bertuliskan 'becak dilarang masuk'.

Karena hal tersebut, polisi pun langsung datang menyemprit tukang becak yang melanggar aturan tersebut.

"Apa kamu tidak melihat gambar itu? Becak tak boleh masuk jalan ini," kata polisi itu sedikit membentak.

"Oh saya lihat Pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong tidak ada orangnya. Becak saya kan ada orangnya, berarti boleh masuk," jawab si tukang becak.

"Itu lihat, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan becak dilarang masuk!" bentak Pak polisi sedikit kesal.

"Tidak pak, saya tidak bisa baca. Kalau saya bisa baca ya saya pasti jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak begini," bantah si tukang becak sambil cengengesan. 

Dalam cerita lain, dikisahkan sudah beberapa hari ini Gus Dur sakit gigi, rasanya pun cenat cenut. Karena dibuat duduk sakit, berbicara sakit, mendengarkan musik juga masih sakit.

"Siapa bilang sakit hati lebih berat dari pada sakit gigi," ujar Gus Dur kepada seorang stafnya, mengutip lirik lagu dangdut.

"Lha kan iya lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati Gus?" jawab seorang stafnya tersebut.

"Lebih baik sakit hati saja," kata Gus Dur.

"Lha kenapa Gus?"

"Saya ini lagi sakit gigi…!" kata Gus Dur agak berteriak.

Staf Gus Dur itu lalu tak berani bertanya lagi. []