Rahmah

Humor Gus Dur: Trik Jitu Mencari Pahala

Gus Dur dalam sebuah kesempatan bercerita tentang seorang kiai sepuh di sebuah pesantren yang antah berantah.


Humor Gus Dur: Trik Jitu Mencari Pahala
Ilustrasi Gus Dur (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama. 

Salah satu humor Gus Dur yang cukup menarik mengenai suami-istri bunuh orang kafir. Simak baik-baik humor berikut ini.

Gus Dur dalam sebuah kesempatan bercerita tentang seorang kiai sepuh di sebuah pesantren yang antah berantah. Pesantren tersebut berada di sebuah desa terpencil.

baca juga:

Namun entah bagaimana awalnya, kiai sepuh itu berkeinginan untuk meminang santriawati yang tentu saja merupakan salah satu dari muridnya. Ternyata, pinangan dari kiai sepuh itu disambut baik oleh orang tua  santriawati tersebut. 

Singkat cerita, setelah mereka menikah, sebagai suami, sang kiai itu harus melakukan kewajibannya di malam hari. Baik setelah waktu Isya, lalu bisa disambung dengan wirid-wirid seperlunya.

Akan tetapi, ketika sebuah kewajiban tersebut hendak dilakukan, sang istri menolaknya dengan serta merta. Sebagai suami dan kiai yang dikenal sepuh, tentu hal tersebut dapat disikapi dengan baik dan bijak. 

Hingga malam kian larut, akhirnya sang suami berinisiatif untuk memberikan ceramah tentang kewajiban suami-istri dalam pandangan agama Islam.

Namun sayangnya, ceramah tersebut tidak mempan sama sekali terhadap sang istri. Karena kondisi itulah, kiai sepuh itu terpaksa menggunakan jurus andalannya.

“Apabila dinda mau melaksanakan kewajiban sebagai istri malam ini, maka pahalanya sama dengan membunuh 100 orang kafir," ucap sang suami itu kepada istrinya.

Perkataan kiai itu sepertinya mendapat respon dari sang istri. Sehingga sang istri pun mulai tertarik dan bergairah. Setelah itu, sang istri itu lalu berseru: 

“Ayo kita bunuh orang kafir," cetus sang istri dengan semangat.

"Ini yang ku tunggu," kata kiai itu dalam hatinya.

Dengan demikian, saat mala itu juga sang suami berhasil melaksanakan kewajibannya. Begitu kewajibannya selesai dilakukan, sang istri berkata: 

“Ayo, kita cari pahala lagi, kita bunuh orang kafir”.

"Malam ini, orang kafirnya sudah habis, kita tunggu mereka kumpul dulu," ujar sang suami itu sambil tergeletak tak berdaya.

Itulah salah satu humor dari Gus Dur mengenai suami-istri bunuh orang kafir. Semoga Almagfurlah Gus Dur senantiasa berada dalam kasih sayang, juga rahmat dan rida-Nya Allah SWT. Al-Fatihah. []