Rahmah

Humor Gus Dur: Tidak Punya Latarbelakang Presiden

ketika terpilih menjadi Presiden RI keempat, kala itu Gus Dur menunjuk Mahfud MD untuk menduduki posisi Menteri Pertahanan. 


Humor Gus Dur: Tidak Punya Latarbelakang Presiden
Gus Dur (PWNU_Jatim)

AKURAT.CO  Bukan Gus Dur kalau tidak jago melontarkan joke-joke yang bisa membuat orang terpingkal-pingkal. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, Gus Dur juga dianggap sebagai figur yang tak kaku dan kerap menyempatkan bercanda di sela-sela aktivitasnya. 

Hingga kini Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang jenaka. Karena bagi Gus Dur, humor seperti nutrisi yang menyehatkan. 

Dilansir dari NU Online, ketika terpilih menjadi Presiden RI keempat, kala itu Gus Dur menunjuk Mahfud MD untuk menduduki posisi Menteri Pertahanan. 

baca juga:

Akan tetapi, Mahfud mengaku kaget saat ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan. Bahkan waktu itu ia sempat salah dengar dan menyangka ditunjuk sebagai Menteri Pertanahan.

Lagipula, sebagai ahli hukum tata negara, Mahfud sempat membahas pertanahan dalam bagian disertasinya. Sementara pada bidang pertahanan, tak pernah sekalipun dibahas pada studi Mahfud.

"Sehingga saya bilang, Bapak Presiden masa mau ada Menteri Pertanahan lagi. Kan sudah dibubarkan itu. Yang terakhir Bapak Hasan Basri Durin. Apa sekarang mau dihidupkan lagi dan mau diserahkan ke saya?" ucap Mahfud menirukan pembicaraannya dengan Gus Dur saat itu.

Begitu juga dengan Gus Dur yang menjawab, dirinya menunjuk Mahfud sebagai Menteri Pertahanan, bukan pertanahan. Namun setelah mendengar jawaban Gus Dur, Mahfud tambah keberatan. Pasalnya dia merasa tak memiliki latar belakang di bidang militer

"Saya saja tidak punya latar belakang presiden tapi bisa jadi presiden, masak kamu tidak bisa," kata Gus Dur enteng.

Dalam kisah yang lain, saat melihat kondisi perpolitikan kala itu, berhumor justru dapat mencairkan suasana. Sementara Gus Dur yang sedang berselisih dengan Ketua DPR Akbar Tandjung diperkirakan akan meramaikan jalannya sidang.

Waktu itu Akbar Tandjung lebih dulu menyampaikan pidato. Dalam pidatonya, Akbar tidak lupa mengucapkan kalimat “memanjatkan puji syukur” kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sekarang, tiba giliran Gus Dur untuk menyampaikan pidato kenegaraan. Namun sebelum menyampaikan substansi pidatonya, Gus Dur terlebih dahulu menyampaikan banyolan. Kali ini yang menjadi sasaran adalah Ketua DPR.

Diketahui Akbar Tanjdung sejak dulu memang selalu memulai pidato dengan 'memanjatkan syukur.' Begitu juga orang pada umumnya.

Gus Dur pun  melucu yang membuat seisi sidang atau anggota DPR tak bisa menahan tawanya.

“Syukur memang perlu dipanjatkan, sebab Syukur tidak bisa memanjat sendiri,” seloroh Gus Dur. []