Rahmah

Humor Gus Dur: Terlanjur Hormat

Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya.


Humor Gus Dur: Terlanjur Hormat
Gus Dur (OKEZONE)

AKURAT.CO KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama. 

Dikutip dari NU Online, salah satu alasan Gus Dur bisa dekat dengan orang-orang adalah karena Gus Dur tak sungkan berbincang dengan siapapun. Meskipun Gus Dur adalah seorang Presiden dan juga kiai yang kharismatik.

“Gus, salah satu negara di Amerika Latin, yaitu Paraguay nggak punya laut, kok punya Angkatan Laut?” tanya salah satu Ajudan Gus Dur.

baca juga:

“Sama seperti saya, punya Ajudan, tetapi bukan kaya Presiden. Lah, kamu manggil saya Gus,” kata Gus Dur sambil terkekeh dalam hati.

“Siap Pak Presiden!” sontak Ajudan itu langsung sadar dan memberi hormat.

“Ndak apa-apa, saya cuma ngetes seberapa besar selera humor seorang tentara,” lontar Gus Dur dengan tawanya yang khas. 

Sementara ajudan itu hanya bisa menahan tawa karena sudah terlanjur hormat kepada Presiden keempat RI tersebut.

Dalam kisah yang lain, saat berada di sebuah kapal pesiar, waktu itu Gus Dur, Presiden AS dan Perdana Menteri Jepang saling memamerkan kehebatan tentara masing-masing. Pertama, Presiden AS berkata bahwa tentaranya bisa mengelilingi kapal sepuluh kali tanpa berhenti. Setalah dibuktikan, ternyata benar tentaranya itu memang sangat pandai berenang.

Merasa tak mau kalah, Perdana Menteri Jepang malah berkata bahwa tentaranya bisa menglilingi kapal selama 25 kali banyaknya. Setalah dibuktikan, benar saja tentaranya itu sangat pansai berenang, bahkan melebihi kehebatan perenang AS tadi.

Gus Dur yang saat itu belum berkata, hampir dipermalukan dalam perdebatan itu. Sebab, Prajurit AS dan Jepang benar-benar pemberani. Untung saja Gus Dur segera menemukan idenya. Tak lama setelah itu, Gus Dur memanggil seorang anggota Banser NU yang kebetulan ada di situ.

"Ini bapak-bapak, dia seorang anggota Banser NU. Dia bukan tentara, dan tidak pernah mengikuti latihan militer resmi. Dia akan saya suruh berenang 100 kali," ujar Gus Dur sambil menepuk-nepuk pundak anggota Banser itu.

Presiden AS dan Perdana Menteri Jepang itu hanya melongo melihat Banser tersebut.

"Ayo sekarang kamu nyebur ke laut dan berenang keliling kapal sampai 100 kali," ucap Gus Dur kepada anggota Benser dengan penuh percaya diri. 

"Mana mungkin Gus, masa saya disuruh berenang mengelilingi kapal sebesar ini, saya tidak mau Gus," kata anggota Banser itu.

"Gila apa..!" tambahnya menggerutu sambil berlalu meninggalkan Gus Dur.

"Ya sudah kalau begitu kamu balik ke tempat," kata Gus Dur dan angota Banser tadi balik ke tempatnya semula. 

Gus Dur kemudian mendekati dua pimpinan negara adidaya itu. 

"Tuh kan bapak-bapak, sekarang tentara siapa yang lebih berani coba? Pasti lebih berani tentara saya. Lho wong perintah presidennya aja tidak dipatuhi?" kata Gus Dur sambil duduk dan menepuk-nepukkan tangan kanan ke pahanya. []