Rahmah

Humor Gus Dur: Tanggapan Wayang

Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang pandai melempar joke-joke yang bikin ngakak.


Humor Gus Dur: Tanggapan Wayang
Gus Dur (Pinterest.com)

AKURAT.CO Gus Dur dikenal sebagai tokoh ulama sekaligus politisi yang pandai menyampaikan kritik dengan humor. Bagi Gus Dur, dengan humor kritik mudah diterima banyak orang.

Bukan Gus Dur kalau tidak jago dalam melontarkan joke-joke yang bisa membuat orang terpingkal-pingkal ketika mendengarnya. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, Gus Dur juga dianggap sebagai figur yang tak kaku dan kerap menyempatkan bercanda di sela-sela aktivitasnya. 

Karena bagi Gus Dur, humor itu seperti sudah menjadi sebuah nutrisi yang menyehatkan. Bahkan dirinya tidak terlupa untuk melontarkan sebuah humor dalam setiap kesempatannya, baik dalam forum resmi maupun selainnya.

baca juga:

Seperti diketahui, Gus Dur sering melontarkan humor sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama. Sehingga sampai hari ini di kalangan masyarakat Indonesia, Gus Dur bukan hanya dikenal sebagai ulama yang cerdas, disisi lain Gus Dur memiliki sifat humoris yang tinggi.

Seperti dikutip Okezone, ketika sedang berkunjung ke Malang, Presiden Gus Dur bersama rombongan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma. Kala itu Gus Dur juga sudah siap disambut oleh beberapa pasukan Banser di bandara tujuan.

Para Banser berkoordinasi satu sama lain dengan menggunakan handy talky (HT). Saat rombongan mulai mendekati bandara Abdurrahman Saleh, Malang, seorang komandan Banser meminta laporan kepada salah satu petugas di lapangan melalui HT tersebut.

“Halo, halo, roger, mohon laporannya segera, ganti!” kata salah satu perajurit itu.

“Roger! Lapor komandan, rombongan Presiden Abdurrahman Saleh mulai mendarat di Bandara Abdurrahman Wahid!” ucapnya agak gugup.

Selanjutnya, setelah menghadiri Forum Konsolidasi Pemenangan Pilkada Langsung dan Pemilu 2009 di Pondok Pesantren Edi Mancoro, Semarang, Gus Dur didesak wartawan agar memberikan komentar terkait kemelut PKB pasca Muktamar II.