Rahmah

Humor Gus Dur: Sebelum Sidang Skripsi

Yang menjadi ciri khas dari Gus Dur adalah sering melontarkan jokes atau humor-humor lucu kepada para pengikut dan temannya.


Humor Gus Dur: Sebelum Sidang Skripsi
Gus Dur (OKEZONE)

AKURAT.CO  KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur merupakan seorang tokoh yang gencar mengampanyekan isu toleransi dan persatuan di Indonesia. Gus Dur dikenal tidak hanya berkomunikasi atau berteman dengan kalangan Muslim, tetapi juga bersahabat dengan kalangan-kalangan lain yang berbeda agama, seperti umat Kristen, Katolik, Hindu, Konghucu, Budha dan agama lainnya.

Di samping itu, yang menjadi ciri khas dari Gus Dur adalah sering melontarkan jokes atau humor-humor lucu kepada para pengikut dan temannya dalam berbagai kesempatan. Karena bagi Gus Dur, humor sudah menjadi sebuah nutrisi menyehatkan.

Seperti humor Gus Dur yang dilansir dari NU Online ini, dikisahkan pada suatu waktu ada seorang mahasiswa sastra Madura sedang menyiapkan sebuah skripsi yang bikin beberapa dosennya mengernyitkan dahi. Mahasiswa tersebut meneliti tentang candaan Gus Dur kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

baca juga:

Diketahui, pertanyaan atau rumusan masalah utama pada skripsinya adalah: Mengapa DPR tidak marah luar biasa meskipun Gus Dur menyamakan lembaga perwakilan rakyat itu dengan Taman Kanak-kanak (TK)?.

Ternyata dosen pembimbingnya itu kebetulan adalah orang Batak. Sehingga tidak mampu mengarahkan si mahasiswa yang orang asli Jawa itu.

Begitu juga dengan dosen-dosen lain yang berasal dari berbagai suku di tanah air yang juga angkat tangan menyikapi hal itu. Lalu ada seorang dosen asal Bali malah bertanya, “Loh, kan DPR sudah marah-marah waktu itu?”.

“Ya marah-marah. Tapi tidak marah luar biasa, misalnya sampai mendongkel Gus Dur dari kursi presiden,” sergah si mahasiswa itu.

Seperti diketahui, Gus Dur pernah menyatakan anggota DPR seperti anak Taman Kanak-kanak pada Juli 2001, atau tepatnya dua bulan pasca-dilengserkan oleh parlemen.

Namun roda pemerintahan terus berjalan. Ternyata saat itu, anggota DPR kemudian menunjukkan tingkah polah mirip taman kanak-kanak dengan nyaris saling pukul dalam sidang paripurna di DPR.

Kendati pada akhirnya, Presiden keempat Republik Indonesia ini  menyesal telah menyamakan anggota DPR dengan anak-anak TK yang kreatif dan bersih. Wallahu A'lam Bishawab. []