Rahmah

Humor Gus Dur: Santri Terbirit-birit Membawa Rokok Seniornya

Malam itu, di Pondok Pesantren Tambak Beras, tiba-tiba listrik padam.


Humor Gus Dur: Santri Terbirit-birit Membawa Rokok Seniornya
Ilustrasi Gus Dur (Akurat.co/Candra Nawa)

AKURAT.CO Gus Dur adalah salah satu tokoh di Indonesia yang memiliki banyak pengaruh, khususnya dalam soal kemanusiaan. Selain itu, ia juga dikenal sebagai tokoh yang pandai dalam menyampaikan humor-humor segar.

Bukan Gus Dur namanya kalau tidak jago melontarkan joke-joke yang dapat membuat orang mengocok perutnya. Sebab bagi Gus Dur, humor itu seperti sudah menjadi sebuah nutrisi yang menyehatkan. Bahkan dirinya tidak lupa untuk melontarkan humornya itu dalam setiap kesempatan, baik dalam forum resmi maupun selainnya.

Hingga kini Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor di dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama.

baca juga:

Salah satu humor Gus Dur yang hingga kini masih dibicarakan masyarakat Indonesia, khususnya kalangan santri adalah humor Santri Dilarang Merokok. Karena hampir seluruh pondok pesantren di Indonesia menerapkan aturan larangan merokok. Termasuk Pondok Pesantren Tambak Beras asuhan Kiai Fattah, tempat Gus Dur pernah nyantri dulu.

Akan tetapi, pada kenyataannya, aturan tersebut sering diabaikan oleh para santri. Apalagi yang namanya santri, jika tidak melanggar aturan, rasanya ya ada yang kurang lengkap. 

Malam itu, di Pondok Pesantren Tambak Beras, tiba-tiba saja listrik di pesantren tersebut padam. Sehingga, suasana pesantren mejadi gelap gulita.

Karena kondisi pesantren yang gelap itu, beberapa santri terlihat keluar di sekitar pesantren untuk mencari udara segar. Beberapa santri yang lain juga terlihat sedang tidur di kamar.

Di luar sebuah rumah, tepatnya di dekat area pesantren, terlihat seseorang sedang duduk-duduk santai sambil merokok.

Waktu itu, seorang santri yang kebetulan melintas di dekatnya terkejut karena melihat ada nyala rokok di tengah kegelapan malam itu. Santri tersebut mengira bahwa orang itu adalah seniornya, lalu mendekatinya.