Rahmah

Humor Gus Dur: Salah Ngasih Besek

Dalam tradisi orang-orang NU, ketika pengajian usai, para jemaah akan mendapatkan besek atau berkat.


Humor Gus Dur: Salah Ngasih Besek
Ilustrasi Gus Dur (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama. 

Gus Dur pada suatu ketika mengisi pengajian di daerah Yogyakarta. Dalam tradisi orang-orang NU, ketika pengajian usai, para jemaah akan mendapatkan besek atau berkat yang isinya seperti ubo rampe; lauk, nasi, sayur, dan aneka jajanan tradisional di pasar.

Sepulang dari pengajian itu, Gus Dur pun mendapat jatah berkat yang dobel. Artinya Gus Dur dapat besek yang ukuran besar dan yang ukuran kecil. 

baca juga:

Hal tersebut tentu bukanlah hal yang aneh. Karena yang namanya kiai akan disediakan jatah lebih oleh panitia. Apalagi kiai tersebut bertugas mengisi pengajian.

Meskipun demikian, sudah tidak asing di mata para koleganya, Gus Dur dikenal sebagai sosok yang suka berbagi, kepada siapa saja. Begitu pengajian usai, Gus Dur lalu dijemput ajudannya, Zastrow Al-Ngatawi. 

Di tengah-tengah perjalanan itu, Gus Dur bercerita kalau habis pengajian yang larut malam itu kondisinya sangat lapar. Tetapi Gus Dur justru justru membagikan besek yang didapatkannya kepada Zastrow.

"Trow, ini aku dapat besek dobel, aku kasih ke kamu satu, ya," kata Gus Dur sambil menyodorkan besek yang paling kecil.

Dalam batin Gus Dur mungkin berkata kalau dirinya masih ada besek yang besar.

“Beneran ini buat saya Gus, bukannya Gus Dur sendiri sedang lapar, biar di makan nanti ketika sampai di penginapan," ucap Zastrow.

"Ah, gak popo, panganen wae mengko karo konco-koncomu (Ah gakpapa, makan aja nanti sama teman-temanmu)," kata Gus Dur.

Begitu sampai di rumah, Zastrow segera membuka besek tersebut yang ternyata isinya adalah daging semua. Sehingga tidak ada nasi sama sekali.

"Wah ya dibawa Gus Dur itu nasinya. Lho wong ada di sini semua," tutur Zastrouw sambil tertawa

Ternyata Gus Dur salah ngasih besek. Hehehe. []