Rahmah

Humor Gus Dur: Profesi yang Belum Disebutkan

Gus Dur dalam sebuah kesempatan mendapat undangan menjadi pembicara dalam seminar agama-agama di Salatiga.


Humor Gus Dur: Profesi yang Belum Disebutkan
Ilustrasi Gus Dur (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama. 

Salah satu humor Gus Dur yang cukup menarik adalah saat menjadi pembicara di acara seminar. Simak kisah ini baik-baik ya.

Gus Dur dalam sebuah kesempatan mendapat undangan menjadi pembicara dalam seminar agama-agama di Salatiga. Undangan yang semacam itu, tentu bukan hal yang baru baginya.

baca juga:

Namun sebelum Gus Dur mulai bicara, moderator terlebih dahulu membacakan riwayat hidupnya dengan panjang lebar. Gus Dur, kata moderator, kini duduk sebagai Ketua Umum PBNU, aktivis Fordem, budayawan, anggota MPR, dan jabatan-jabatan lainnya.

Setelah membacakan CV Gus Gue, sang moderator lantas mempersilakan Gus Dur bicara. 

“Waktu dan tempat, kami persilakan,” ucap moderator atau pembawa acara itu mempersilakan kepada Gus Dur.

“Tapi ada profesi saya yang belum disebutkan tadi,” ujar Gus Dur. 

Peserta seminar pun bersiap mendengarkan informasi Gus Dur. Mereka menganggap informasi itu penting.

"Profesi saya sekarang adalah Kopdangsena. Artinya Korps Gelandangan Serba Guna, karena selalu ada di mana-mana,” seloroh Gus Dur disambut ketawa di dalam acara seminar tersebut.

Dalam kisah yang lain seperti dilansir NU Online, Gus Dur dalam suatu waktu ditanya oleh seorang wartawan soal maraknya ‘pengantin’ bom bunuh diri pada saat itu. Menurut pandangan masyarakat, bagaimana bisa dikatakan syahid dan mendapat bidadari surga jika manusia tak berdosa yang ikut menjadi korban dari bom tersebut.

"Gus, menurut Anda, betulkah para pengebom itu mati syahid dan bertemu bidadari di surga?” tanya salah seorang wartawan penasaran.

“Memangnya sudah ada yang membuktikan?” Gus Dur justru bertanya balik.

“Tentu saja belum kan, wong ulama maupun teroris itu kan belum pernah ke surga,” sergah Gus Dur kembali.

“Lalu, apakah benar mereka tergolong mati syahid, Gus?” tanya wartawan yang lain menimpali.

"Mereka itu yang jelas bukan mati syahid, tapi mati sakit. Karena kalaupun mereka masuk surga, mereka akan menyesal bertemu bidadari, sebab kepalanya masih tertinggal di dunia dan ditahan oleh polisi,” seloroh Gus Dur. []