Rahmah

Humor Gus Dur: Pilot dan Tukang Becak

Gus Dur dikenal sebagai figur yang tak kaku dan kerap menyempatkan becandaan di sela-sela aktivitasnya.

Humor Gus Dur: Pilot dan Tukang Becak
Ilustrasi Gus Dur (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Bukan Gus Dur kalau tidak jago dalam melontarkan joke-joke yang bisa membuat orang terpingkal-pingkal. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, Gus Dur juga dianggap sebagai figur yang tak kaku dan kerap menyempatkan becandaan di sela-sela aktivitasnya.

Sebab bagi Gus Dur, humor sudah menjadi sebuah nutrisi yang menyehatkan. Bahkan dirinya tak lupa untuk melontarkan sebuah humor dalam setiap kesempatannya, baik dalam forum resmi maupun lainnya.

Seperti humor yang dilansir Okezone, suatu hari, ada seorang pemuda asal Madura bernama Matrawi. Ia tetap mengayuh becak di desa tempat lahirnya, di saat kawan-kawan sejawatnya telah menjadi guru, dokter, insinyur, pengusaha, dan menteri.

baca juga:

Meskipun begitu, Matrawi merupakan pemuda yang penuh dengan gairah belajar apa saja. Ketika memilih menetap di Sumenep, Matrawi bertemu teman lamanya yang tamatan ITB dan kini menjadi Menteri yang bahkan langsung menawari biaya kursus kilat untuk Matrawi.

“Siapa tahu nanti sampeyan bisa jadi pilot pesawat terbang,” kata Menteri itu kepada Matrawi.

"Buat apa jadi pilot pesawat?” tanya Matrawi seperti benar-benar belum paham.

"Loh, katanya sampeyan ingin bisa dekat dengan Gus Dur,” jawab Pak Menteri mengingatkan sosok Gus Dur kepada Matrawi.

“Beh, memang hanya jadi pilot pesawat supaya bisa dekat-dekat dengan Gus Dur saat kunjungan kerja ke luar negeri?,” tutur Matrawi.

“Dan memang Gus Dur cuma akan naik pesawat untuk jalan-jalan di dalam negeri?” imbuh Matrawi.

Sementara, obrolan tersebut terhenti karena Pak Menteri sudah harus melakukan kunjungan ke daerah lain.

Tiga bulan berikutnya, mendapat kabar dari ajudannya, Pak Menteri mendengar kabar bahwa teman lamanya kini sudah pindah ke Jombang. Akan tetapi di kota kelahiran Gus Dur itu, Matrawi tetap menarik becak.

Dengan rasa percaya diri, Matrawi meminta ajudan Pak Menteri untuk menyampaikan surat kepada kawan lamanya itu.

“Apa kata saya, cong. Bukan cuma pilot pesawat yang akan bisa dekat dengan Gus Dur. Saya baca koran katanya Aceh sudah hampir merdeka. Irian Barat juga. Lama-lama ‘negara’ Gus Dur hanya tinggal di Jombang. Masa di Jombang Gus Dur jalan-jalan di dalam negeri naik pesawat?” tulis Matrawi dalam surat tersebut. []