Rahmah

Humor Gus Dur: Persamaan NU dan Muhammadiyah

Gus Dur dalam sebuah kesempatan diwawancarai oleh wartawan tentang persepktif Pancasila dalam pandangan NU dan Muhammadiyah.


Humor Gus Dur: Persamaan NU dan Muhammadiyah
Ilustrasi Gus Dur (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO  KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama. 

Salah satu humor yang cukup menarik hingga saat ini adalah saat Gus Dur ditanya soal NU dan Muhammadiyah oleh wartawan yang dikutip dari laman Okezone. 

Gus Dur dalam sebuah kesempatan diwawancarai oleh wartawan tentang persepktif Pancasila dalam pandangan NU dan Muhammadiyah.

baca juga:

"Gus, bagaimana pandangan Islam tentang Indonesia yang memilih bentuk negara Pancasila, bukan negara Islam?" tanya seorang wartawan kepada Gus Dur.

"Menurut siapa dulu, NU atau Muhammadiyah?" kata Gus Dur balik bertanya.

"NU, deh Gus," kata wartawan itu singkat.

"Hukumnya boleh-boleh saja. Karena bentuk negara itu hanya wasilah, perantara. Bukan ghayah, tujuan," ucap Gus Dur menjelaskan.

"Lalu kalau menurut Muhammadiyah, Gus?" tanya wartawan tersebut.

"Sama," kata Gus Dur kembali dengan jawaban singkat.

"Kalau melawan Pancasila, boleh tidak Gus? Kan bukan Al-Qur'an?," tanya si wartawan itu lagi.

"Menurut NU atau Muhammadiyah?" kata Gus Dur balik bertanya.

"Muhammadiyah, coba, Gus" tanya si wartawan merasa penasaran.

"Tidak boleh. Pancasila itu bagian dari kesepakatan, perjanjian. Islam mengecam keras perusak janji," ujar Gus Dur menjelaskan.

"Kalau menurut NU?" kata wartawan itu lagi.

"Sama," jawab Gus Dur seperti sebelumnya.

Sampai di sini, para wartawan itu mulai jengkel. Bahkan mereka merasa sedang dikerjain oleh Gus Dur. Bagaimana juga jawaban versi NU dan Muhammadiyah selalu sama.

"Gimana sih, Gus. Kalau memang pandangan NU dan Muhammadiyah sama, ngapain kami disuruh milih menurut NU atau Muhammadiyah?" tanya salah seorang wartawan dengan nada jengkel.

"Ya .. kita harus dudukkan perkara pemikiran organisasi para ulama itu dengan benar, Mas. Nggak boleh serampangan," kata Gus Dur justru membuat para wartawan itu penasaran.

"Serampangan bagaimana, Gus?" sahut wartawan itu kembali.

"Kalau Muhammadiyah itu kan ajarannya memang merujuk ke Rasulullah," jawab Gus Dur sedikit membuat lega para wartawan.

"Lha, kalau NU, Gus?" tanya wartawan itu.

"Sama." jawab Gus Dur singkat. []

Sumber: Okezone