Rahmah

Humor Gus Dur: Pernah Hafal 1000 Nomor Telepon

salah seorang sahabat Gus Dur, Ben Subrata mengisahkan bahwa dia dan teman-temannya pernah berbincang bersama Gus Dur yang hampir 80 persennya kalakar.


Humor Gus Dur: Pernah Hafal 1000 Nomor Telepon
Ilustrasi Gus Dur (PWNU Jatim)

AKURAT.CO  Bukan Gus Dur kalau tidak jago melontarkan joke-joke yang bisa membuat orang terpingkal-pingkal. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, Gus Dur juga dianggap sebagai figur yang tak kaku dan kerap menyempatkan bercanda di sela-sela aktivitasnya. 

Hingga kini Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang jenaka. Karena bagi Gus Dur, humor seperti nutrisi yang menyehatkan. 

Dilansir dari NU Online, salah seorang sahabat Gus Dur, Ben Subrata mengisahkan bahwa dia dan teman-temannya pernah berbincang bersama Gus Dur yang hampir 80 persennya kalakar.

baca juga:

Lebihnya, 20 persennya baru serius walaupun terkadang teman-teman mulai membawakan obrolan itu dengan seirus.

Subrata yang merupakan pengusaha dan aktivis anti-diskriminasi ini mengatakan, suatu ketika Gus Dur pernah menyampaikan kepada dirinya dan beberapa teman.

“Dulu saya ingat seribu nomor telepon. Sekarang sepuluh nomor telepon saja susah!” ujar Gus Dur.

"Mungkin karena Gus Dur sering capek, jadi gampang lupa,” kata teman Ben Subrata menimpali.

"Apanya yang capek, wong saya sudah pernah stroke dua kali,” ucap Gus Dur disambut tawa mereka. 

Dalam kisah yang lain, di momen Muktamar NU, misalnya pada tahun 1989 di Krapyak, Yogyakarta, meskipun Gus Dur banyak diserang dengan sangat tajam dalam acara pertanggungjawabannya sebagai Ketua Tanfidziah, dia dengan mudah kembali terpilih untuk memimpin NU, secara aklamasi.

Bukan tanpa sebab, semua itu berkat diplomasi canggih yang dijalankannya dengan cara mendatangi para kiai, bahkan yang tinggal di tempat paling terpencil sekalipun. Karena mereka inilah yang mempunyai pengaruh besar dalam menentukan siapa yang bakal menjadi Ketua Tanfidziyah.

Diantara cerita yang didulangnya dari pertemuan dengan seorang kiai, dituliskannya dalam salah satu majalah kenamaan. Nama tokoh yang unik dan nyentrik itu adalah Kiai Wahab Sulang asal Rembang.

Ternyata kiai ini tetap populer di kalangan pengikutnya. Meskipun diketahui isterinya merupakan anggota DPRD yang termasuk paling asyik dan getol mengikuti acara-acara non-santri di pendopo kabupaten.

Hingga pada suatu hari isteri Kiai Wahab Sulang mendapat bagian sepeda motor angsuran. Spontan sang kiai langsung menggunakan kendaraan itu. Tetapi akibatnya lumayan. Dia menabrak sebuah rumah. Sepeda motornya juga rusak, dan dia sendiri mengalami luka-luka

"Kenapa Kiai bisa nabrak begitu?" tanya Gus Dur.

"Habis saya pakai rem kaki." kata Kiai Wahab.

"Lho, bukankah memang rem kaki harus dipakai, Kiai?" timpal Gus Dur kembali.

"Ya, tapi maksud saya bukan gitu. Saya mengerem hanya pakai kaki saja. Karena belum tahu bagaimana dan di mana remnya." seloroh Kiai Wahab. []