Rahmah

Humor Gus Dur: Minta Bantuan Dukun

Humor Gus Dur: Minta Bantuan Dukun
Gus Dur (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Bukan Gus Dur kalau tidak jago dalam melontarkan joke-joke yang bisa membuat orang terpingkal-pingkal. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, Gus Dur juga dianggap sebagai figur yang tak kaku dan kerap menyempatkan bercanda di sela-sela aktivitasnya. Sehingga sampai saat ini, Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang jenaka.

Karena bagi Gus Dur, humor seperti sudah menjadi nutrisi yang menyehatkan. Oleh karena itu, Gus Dur tidak terlupa untuk melontarkan sebuah humor dalam setiap kesempatannya, baik dalam forum resmi maupun selainnya.

Berikut merupakan humor Gus Dur tentang 'Dukun Sepakbola' yang dikutip dari situs NU Online.

baca juga:

Sebagai guru bangsa, Gus Dur  memiliki ilmu yang luas dan sangat komprehensif. Tak terkecuali sebagai pemerhati sepakbola. Hal tersebut dibuktikan dengan puluhan tulisan kritisnya dalam menganalisis sebuah pertandingan sepakbola dari tingkat lokal hingga tingkatan paling atas, yaitu Piala Dunia.

Akan tetapi, cerita kali ini sedikit berbeda. Pada suatu hari, kata Gus Dur, tim sepakbola dari Kecamatan Wanasari akan bertandang melawan tim sepakbola Kecamatan Losari dalam Kejuaraan Piala Bupati. Karena tak ingin kalah dengan tim lawan, pimpinan persatuan sepakbola Wanasari meminta bantuan seorang dukun. 

“Oke, nanti saya buat 10 gol untuk kemenangan kalian,” kata sang dukun sangat meyakinkan kepada pemimpin tersebut.

Namun yang terjadi, pertandingan berakhir dengan skor imbang 5 - 5. Setelah itu, kapten kesebelasan Kecamatan Wanasari melayangkan protes kepada sang dukun yang telah dibayar mahal oleh pihak tim. 

“Lho, tadi saya sudah tiup bola dari sini untuk 10 gol,” ucap sang dukun.

“Iya, golnya memang 10, tapi skornya 5 - 5, kan imbang. Babak pertama kami mencetak 5 gol, tetapi pada babak kedua setelah tukar tempat, kami kemasukan 5 gol. 10 gol masuk ke gawang utara semua,” kata sang kapten kesebelasan Wanasari sedikit membentak.

"Oh...sepakbola itu pakai tukar tempat ya? Soalnya saya tidak tahu kalau ada tukar tempat. Jadi ya, bola itu saya tiup semua ke gawang sebelah utara,” jawab sang dukun dengan enteng.[]