Rahmah

Humor Gus Dur: Mendapat Tepuk Tangan dari Hadirin

Gus Mus pernah bercerita, suatu ketika Gus Dur menelpon dirinya dari Kuba di sela-sela forum pertemuan para kepala negara.


Humor Gus Dur: Mendapat Tepuk Tangan dari Hadirin
Gus Dur (OKEZONE)

AKURAT.CO Bukan Gus Dur kalau tidak jago melontarkan joke-joke yang bisa membuat orang terpingkal-pingkal. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, Gus Dur juga dianggap sebagai figur yang tak kaku dan kerap menyempatkan bercanda di sela-sela aktivitasnya. 

Sehingga sampai saat ini, Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang jenaka. Karena bagi Gus Dur, humor seperti nutrisi yang menyehatkan. Oleh karena itu, Gus Dur tidak pernah lupa untuk melontarkan humor dalam setiap kesempatannya.

Dilansir dari NU Online, Gus Mus pernah bercerita, suatu ketika Gus Dur menelpon dirinya dari Kuba di sela-sela forum pertemuan para kepala negara.

baca juga:

“Saya baru saja dapat giliran pidato dan mendapat aplaus yang gegap gempita dari hadirin,” kata Presiden keempat Republik Indonesia itu dengan ketawa bercerita ke Gus Mus.

"Wah, apa yang sampeyan omongkan kok sampai mendapat sambutan begitu meriah?” tanya Gus Mus.

“Bukan soal apa yang saya omongkan, tapi saya diberi tahu bahwa karena banyak pemimpin negara yang harus pidato, maka masing-masing dibatasi hanya boleh berbicara 5 menit,” ujar Gus Dur.

“Di atas mimbar, mereka menyiapkan lampu merah-hijau-kuning kayak di MTQ itu lho. Hijau artinya mulai, kuning artinya siap-siap, merah berarti sudah 5 menit, harus berhenti.” lanjut Gus Dur.

“Lho wong saya tidak melihat, kok bisa pas 5 menit. Itu yang membuat mereka bertepuk tangan,” kata Gus Dur.

Dalam kesempatan yang lain, saat di Ambon terjadi kerusuhan bernuansa SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), Gus Dur menyatakan bahwa provokator kerusuhan adalah seorang petinggi tentara bernama “Mayjen K”. Siapa pula orang ini?.

Sama seperti biasanya, Gus Dur tak memberi penjelasan. Namun Mayor Jenderal Kivlan Zein merasa terserempet, lalu segera menemui di rumahnya untuk minta penjelasan.

Beberapa saat setelah berbicara , keduanya keluar dan menyampaikan keterangan kepada pers. Menurut Gus Dur, yang dimaksud “Mayjen K” itu bukanlah Kivlan Zein.

Kemudian, dia minta supaya masalah ini tidak usah diperpanjang lagi. Akan tetapi orang itu masih penasaran. Kalau begitu siapa yang dia maksud dengan “Mayjen K”? tanyanya.

"Mayjen K itu maksudnya Mayjen Kunyuk (monyet). Habis, apa namanya kalau kerjanya jadi dalang kerusuhan.” seloroh Gus Dur. []