Rahmah

Humor Gus Dur: Lebih Enak Jadi Gus Daripada Kiai

Dalam sebuah kesempatan, Gus Dur ditanya soal perbedaan antara Kiai dan Gus oleh seseorang


Humor Gus Dur: Lebih Enak Jadi Gus Daripada Kiai
Ilustrasi Gus Dur (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO  KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, tak jarang humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama. 

Hingga kini Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang jenaka. Karena bagi Gus Dur, humor seperti nutrisi yang menyehatkan. 

Salah satu humor Gus Dur yang cukup menarik tentang Kiai dan Gus ini. Simak baik-baik humornya ya.

baca juga:

Dalam sebuah kesempatan, Gus Dur ditanya soal perbedaan antara Kiai dan Gus oleh seseorang. Mengingat, bagi sebagian orang yang belum mengetahui bahwa ketika memanggil nama lengkap Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tanpa diawali kata “kiai haji” atau “kiai” di depannya itu terasa sangat janggal. Bahkan menurut sebagian dari mereka sampai takut kualat, sebab begitu alim dan ilmu yang tinggi dari seorang Gus Dur.

Meskipun demikian, mengenai hal tersebut, Gus Dur sendiri justru merasa keberatan dengan gelar atau atribut yang luhur khas pesantren itu.

"Kalau saya sih lebih senang dipanggil “gus” saja. Karena sebutan “kiai” itu terlalu berat buat saya," jawab Gus Dur menerangkan kepada orang yang bertanya tadi.

"Loh kenapa begitu?," tanya seseorang itu dengan penasaran.

Kata Gus Dur, Kiai itu, kan harus kuat tirakatnya, artinya ia harus mampu menahan. Seperti makan harus sedikit, tidur sedikit, ngomongnya juga sedikit. 

"Nggak kuat saya kalau begitu. Lebih enak jadi “gus” saja, karena dikit-dikit makan, dikit-dikit tidur, dikit-dikit ngomong," seloroh Gus Dur membuat penanya terdiam. 

Itulah humor Gus Dur tentang perbedaan antara Kiai dan Gus. Semoga dapat menghibur dan bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Untuk diketahui, Gus Dur tutup usia pada tahun 30 Desember 2009 dalam usia 69 tahun. Karena itu, penulis tak lupa juga untuk mendoakan almarhum KH Abdurrahman Wahid. Semoga amal ibadahnya diterima dan mendapat tempat yang semestinya di sisi Allah SWT. Wallahu A'lam Bishawab. []