Rahmah

Humor Gus Dur: Kunjungan Ulama Pakistan

Dalam sebuah kesempatan, Gus Dur pernah menerima seorang ulama dari negeri Pakistan di kantor PBNU Jakarta.


Humor Gus Dur: Kunjungan Ulama Pakistan
Ilustrasi Gus Dur (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO  KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama.

Dikutip NU Online, dalam sebuah kesempatan, Gus Dur pernah menerima seorang ulama dari negeri Pakistan di kantor PBNU Jakarta. Di tengah-tengah pertemuannya dengan Gus Dur, ulama Pakistan itu meminta sesuatu kepada presiden keempat RI tersebut.

"Tolong Gus, perintahkan kepada umat Anda agar mengirim doa surat Al-Fatihah kepada warga Pakistan. Karena warga Pakistan tengah tertimpa musibah!" ujar ulama Pakistan itu memohon kepada Gus Dur.

baca juga:

"Inna lillah..... Musibah macam apa yang sedang menimpa negerimu?" tanya Gus Dur.

"Pakistan kini tengah dipimpin oleh Perdana Menteri wanita!" jawab ulama Pakistan itu sangat serius.

Kemudian, ulama Pakistan itu mengutip Sabda Nabi, bahwa sebuah musibah akan datang jika ada negeri yang dipimpin oleh kaum wanita.

Sebagai informasi, cerita ini disampaikan Gus Dur dalam acara seminar yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang di Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin. Dalam kesempatan itu, Gus Dur tidak sependapat jika wanita tidak boleh memimpin. 

Sebab menurut Gus Dur, larangan wanita memimpin itu dicanangkan oleh Nabi dengan kondisi saat itu, di mana seorang pemimpin harus kuat dan perkasa. Kekuasaannya nyaris mutlak. 

Sehingga, kata Gus Dur berbeda dengan keadaan sekarang, sebuah kebijakan pemerintahan harus dijalankan berdasarkan sistem, karena dia tidak sendirian. Seperti banyaknya diantara kabinet itu rata-rata laki-laki. Dengan demikian, larangan wanita memimpin tidak lagi mutlak.

Kita kembali ke cerita di atas, setelah mendengar jawaban Gus Dur yang demikian, ulama Pakistan itu tetap ngotot meminta Gus Dur membacakan Al-Fatihah.

"Sudahlah, Gus, pokoknya kami minta dikirimi surat al-Fatihah! Gitu saja!" kata ulama Pakistan itu.

Gus Dur lalu tersenyum dan permintaan ulama Pakistan itu pun diturutinya dengan senang hati. Al-Faaatihah...!. Wallahu A'lam Bishawab. []