Rahmah

Humor Gus Dur: Kangen Makan Cemilan Kacang

Gus Dur setelah beberapa hari dilantik sebagai Presiden ke-4, banyak ulama dan Kiai yang berbondong-bondong sowan ke dirinya.


Humor Gus Dur: Kangen Makan Cemilan Kacang
Ilustrasi Gus Dur (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama. 

Salah satu humor Gus Dur yang cukup menarik adalah tentang "ini kacangku" yang diambil dari Buku Ger-Geran Bersama Gus Dur Penyunting Hamid Basyaib dan Fajar W. Hermawan, Pustaka Alvabet, 2010.

Gus Dur setelah beberapa hari dilantik sebagai Presiden ke-4, banyak ulama dan Kiai yang berbondong-bondong sowan ke dirinya. Para ulama yang datang dari seluruh penjuru Indonesia ini datang bersilaturahmi dengan sang kiai yang kala itu menjadi orang nomor satu di Indonesia.

baca juga:

Begitu datang dan bersalaman dengan Gus Dur, mereka lalu ngobrol maglor ngidul, dengan pembahasan yang tak jelas arahnya. Obrolan tersebut seperti hendak mematahkan keangkeran yang selama ini dirasa di istana presiden.

Di tengah-tengah obrolan yang begitu asyik itu, tiba-tiba Gus Dur yang enggan dipanggil bapak presiden itu kangen dengan cemilan kacang. Hingga beberapa saat kemudian, akhirnya Gus Dur menyuruh Arifin Junaidi untuk membeli kacang .

Begitu kacang itu didapatkan, Arifin langsung menyuguhkan kepada Gus Dur dan kiai-kiai itu. Lalu sambil meraupnya, Gus Dur nyeletuk:

“Ini kacangku,” seloroh Gus Dur. 

Dalam kisah yang lain seperti dikutip NU Online, salah satu alasan Gus Dur bisa dekat dengan orang-orang adalah karena Gus Dur tak sungkan berbincang dengan siapapun. Meskipun saat itu Gus Dur tengah menjadi Presiden dan juga kiai kharismatik yang tentu saja disegani masyarakat.

“Gus, salah satu negara di Amerika Latin, yakni Paraguay kok nggak punya laut, kok punya Angkatan Laut?” tanya salah satu Ajudan kepada Gus Dur.

“Sama seperti saya, punya Ajudan, tetapi bukan kaya Presiden. Lah, kamu malah manggil saya Gus,” ujar Gus Dur sambil terkekeh dalam hati.

“Siap Pak Presiden!” sontak Ajudan itu langsung sadar dan memberi hormat.

"Ndak apa-apa kok, saya cuma ngetes seberapa besar selera humor seorang tentara,” lontar Gus Dur dengan tawanya yang khas. 

Karena perkataan Gus Dur itu, sang ajudan hanya bisa menahan tawa karena sudah terlanjur hormat kepada Presiden keempat RI tersebut. Wallahu A'lam Bishawab. []