Rahmah

Humor Gus Dur: Didemo Organisasi Kemahasiswaan

Waktu itu, IPNU dan PMII menolak Gus Dur dicalonkan sebagai presiden, karena hanya akan dibuat main-main saja.


Humor Gus Dur: Didemo Organisasi Kemahasiswaan
Gus Dur (PWNUJAKARTA)

AKURAT.CO  Bukan Gus Dur kalau tidak jago melontarkan joke-joke yang bisa membuat orang terpingkal-pingkal. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, Gus Dur juga dianggap sebagai figur yang tak kaku dan kerap menyempatkan bercanda di sela-sela aktivitasnya. 

Sehingga sampai saat ini, Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang jenaka. Karena bagi Gus Dur, humor seperti nutrisi yang menyehatkan. Oleh karena itu, Gus Dur tidak pernah lupa untuk melontarkan humor dalam setiap kesempatannya.

Salah satunya adalah humor saat Gus Dur didemo oleh organisasi pelajar yang dikutip dari NU Online.

baca juga:

Diketahui, IPNU dan PMII adalah organisasi sayap NU di ranah kepelajaran, kepemudaan, dan kemahasiswaan, meskipun yang satu hubungannya adalah struktural dan yang satu lagi ideologis. Keduanya adalah keluarga besar NU, ibarat santri kepada kiainya kira-kira seperti itu.

Mengingat masih bagian dari keluarga besar NU, tentu kebijakan kedua organisasi kepemudaan (OKP) ini tak akan bertentangan apalagi melawan orang tua mereka. Seperti kultur ketakziman orang muda terlebih santri kepada orang tua: ulama atau kiai, begitu kental di NU dan dunia pesantren, sampai saat ini.

Akan tetapi, ada yang aneh di akhir-akhir Gus Dur menjabat sebagai ketua umum PBNU. Hal ini pernah diceritakan oleh almarhum KH Bukhori Masruri (alias Abu Ali Haidar) Semarang, pencipta lagu-lagu Nasida Ria yang melegenda itu, dalam suatu ceramahnya beliau bercerita.

Kala itu, bangsa Indonesia akan memilih pemimpin baru. Poros Tengah yang dikomandani oleh Amien Rais mengusulkan nama Gus Dur sebagai calon Presiden Republik Indonesia.

Namun tak lama berselang, ada demo yang dilakukan anak-anak IPNU dan PMII. Mereka berorasi dan membawa spanduk bertuliskan, antara lain: "Gus Dur Jangan Mau Jadi Presiden! Itu hanya akal-akalan Amien Rais", dan sejenisnya. Di mana intinya adalah IPNU dan PMII menolak Gus Dur dicalonkan sebagai presiden, karena hanya akan dibuat main-main saja.

Kiai Bukhori yang setelah itu berada di kantor Pimpinan Pusat GP Ansor lalu bertemu dengan anak-anak yang demo tersebut. Ia penasaran dan bertanya kepada salah satu pendemo di situ.

"Kamu ngapain demo? Siapa yang menyuruh?" tanya Kiai Bukhori.

"Gus Dur yang menyuruh, Kiai," jawabnya, yang membuat Kiai Bukhori semakin bertanya-tanya dalam hati: kok Gus Dur yang meyuruh, keperluannya untuk apa?"

Benar saja, setelah demo itu, muncul statemen dari Amin Rais yang menegaskan bahwa Poros Tengah tidak main-main mengusung Gus Dur sebagai calon presiden Republik Indonesia.

Mengetahui hal tersebut, Kiai Bukhori yang bersahabat karib dengan Gus Dur sedari kecil itu pun berseloroh: "Oalah, ya memang statemen itulah yang diharapkan. Dasar Gus Dur ini memang kancil, banyak akalnya!". Wallahu A'lam. []