Rahmah

Humor Gus Dur: Dibikin Heran Warga Singapura

Dalam sebuah kesempatan, Gus Dur melakukan kunjungan ke negara Singapura.


Humor Gus Dur: Dibikin Heran Warga Singapura
Ilustrasi Gus Dur (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO  KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama. 

Salah satu humor Gus Dur yang cukup menarik adalah tentang "Melihat Gus Dur Harus Bayar" yang diambil dari Buku Ger-Geran Bersama Gus Dur, Penyunting Hamid Basyaib dan Fajar W Hermawan, Pustaka Alvabet, 2010.

Dalam sebuah kesempatan, Gus Dur melakukan kunjungan ke negara Singapura. Namun tak disangka-sangka, kunjungan Gus Dur kala itu mendapat sambutan yang luar biasa dari negeri Singa itu. 

baca juga:

Di tempat acara, beratus-ratus pengusaha berebut ingin hadir di pertemuan yang menampilkan Gus Dur sebagai pembicara. Bahkan mereka rela membayar tiket seharga 200 dolar per kepala untuk bisa menghadiri acara tersebut.

Kemudian salah satu orang bertanya kepadanya, mengapa para pengusaha Singapura itu begitu bernafsu menghadiri acara yang menampilkan dirinya.

“Saya juga nggak tahu. Heran, wong mau ngeliat tampang saya aja kok pakai bayar segala," seloroh Gus Dur. 

Dalam kisah yang lain seperti dilansir NU Online, Gus Dur pada suatu waktu ditanya oleh seorang wartawan soal maraknya ‘pengantin’ bom bunuh diri waktu itu. Karena menurut masyarakat, bagaimana bisa dikatakan syahid dan mendapat bidadari surga jika manusia tak berdosa yang ikut menjadi korban dari bom tersebut.

"Gus, menurut Anda, betulkah para pengebom itu mati syahid dan bertemu bidadari di surga?” tanya salah seorang wartawan kepada Gus Dur.

“Memangnya sudah ada yang membuktikan?,” kata Gus Dur bertanya balik.

“Tentu saja belum, ulama maupun teroris itu kan belum pernah ke surga,” sergah Gus Dur kembali.

“Lantas, apakah benar mereka tergolong mati syahid, Gus?” ucap wartawan yang lain menimpali.

"Mereka itu yang jelas bukan mati syahid, tetapi mati sakit. Kalau pun mereka masuk surga, mereka akan menyesal bertemu bidadari, karena kepalanya masih tertinggal di dunia dan ditahan oleh polisi,” seloroh Gus Dur. []