Rahmah

Humor Gus Dur: Belajar Al-Qur'an Surat Quraisy

Dalam sebuah kesempatan, Gus Dur bercerita ada seorang kiai yang sedang mengajarkan santrinya membaca surat al-Quraisy.


Humor Gus Dur: Belajar Al-Qur'an Surat Quraisy
Ilustrasi Gus Dur (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama. 

Salah satu humor Gus Dur yang cukup menarik adalah saat mengajarkan santrinya mengaji Al-Qur'an yang dikutip dari Laduni.id. Simak humor ini baik-baik ya.

Dalam sebuah kesempatan, Gus Dur bercerita ada seorang kiai yang sedang mengajarkan santrinya membaca surat al-Quraisy. Gus Dur pun kemudian melafalkan bait-bait ayat itu dengan menirukan gaya sang kiai.

baca juga:

li`lfi qurasyn lfihim rilatasy-syit`i wa-af

“af itu berhenti, waqaf, itu ilmu bacaan Al-Quran. Ilmu tajwid,” ucap sang kiai menasihati santrinya.

Namun ternyata si murid itu hanya melihat huruf yang tertulis. Sehingga ia tak waqaf.

“rilatasy-syit`i wa-afi,” ucap sang murid itu.

“af,” kata sang kiai kembali membenarkan.

“afi,” baca sang murid lagi yang tak bisa menghindari kasrah yang tertulis.

"Sudah, ayo baca lagi,” pinta sang kiai itu sedikit kesal.

“rilatasy-syit`i wa-af,” kata Kiai itu kemudian dengan secepat kilat, tangan sang kiai pun menutup bibir muridnya yang tengah membaca.

“Begini, begini, jangan afi," ujar sang kiai dengan tangannya yang masih terus menutup bibir muridnya. 

Si murid itu hanya bisa menahan. Ia tak bisa berkutik sedikitpun.

Namun saat tangan sang kiai dilepas, mulut sang murid refleks mengeluarkan suara yang dari tadi menggelantung di bibirnya: “Fi”.

"Makanya kita nggak boleh memaksakan apa-apa,” seloroh Gus Dur.

Dalam kisah yang lain seperti dikutip NU Online, dalam sebuah kesempatan, Gus Dur pernah ditanya oleh ajudannya soal mengapa ada negara tidak memiliki laut, tetapi mempunyai Angkatan Laut.

"Gus, salah satu negara di Amerika Latin, yaitu Paraguay nggak punya laut, kok punya Angkatan Laut?” tanya sang Ajudan itu penasaran.

“Sama seperti saya, punya Ajudan, tetapi bukan kaya Presiden. Lah, kamu malah manggil saya Gus,” ucap Gus Dur sambil terkekeh dalam hati.

“Siap Pak Presiden!,” sontak Ajudan itu langsung sadar dan memberi hormat kepada Gus Dur.

“Hehehe. Tak apa-apa, saya cuma ngetes seberapa besar selera humor seorang tentara,” seloroh Gus Dur. []