Rahmah

Humor Gus Dur: Agar Tidak Pakai Sandal Terus

Sahabat dekat Gus Dur, dokter Fahmi D Saifuddin membujuk agar Gus Dur menerima ajakan Presiden Soeharto masuk Golkar dan menjadi anggota MPR.


Humor Gus Dur: Agar Tidak Pakai Sandal Terus
Ilustrasi Gus Dur (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO  KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama.

Sebab, bukan Gus Dur kalau tidak jago melontarkan joke-joke yang bisa membuat orang terpingkal-pingkal. Karena bagi Gus Dur, humor seperti nutrisi yang menyehatkan. 

Dilansir dari NU Online, pada suatu hari, sahabat dekat Gus Dur, dokter Fahmi D Saifuddin membujuk setengah mendesak agar Gus Dur menerima ajakan Presiden Soeharto masuk Golkar dan menjadi anggota MPR. Hal itu terjadi pada tahun 1987, artinya tiga tahun setelah Gus Dur terpilih menjadi Ketua Umum PBNU malalui hasil Muktamar ke-27 NU yang diselenggarakan Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur.

baca juga:

Akan tetapi, Gus Dur menolak ajakan tersebut dan ingin tetap menjadi kritikus Orde Baru sebagai pemimpin gerakan rakyat.

"Aku emoh, wis kono takon Gus Mus wae, nek (Gus Mus) setuju, aku manut (aku nggak mau, sudah sana tanya Gus Mus aja, kalau (Gus Mus) setuju, saya nurut)," jawab Gus Dur kepada Fahmi.

Setelah itu, Fahmi lalu menemui Gus Mus. Dia mengatakan kepada Gus Mus bahwa ketika Gus Dur menjadi anggota MPR, dia akan bisa mempengaruhi pemikiran orang-orang di sana (MPR) sekaligus bisa berdiskusi dengan Soeharto.

Akan tetapi, saat itu Gus Mus sendiri juga mengakui bahwa hal itu sulit. Walaupun bagi orang secerdas Gus Dur sekalipun.

Pada intinya, Gus Mus tidak setuju jika Gus Dur menjadi anggota MPR, apalagi masuk Golkar. Meskipun begitu, Fahmi tak putus harapan. Dirinya terus membujuk Gus Dur.

Kata Gus Mus saat itu, tujuan Fahmi sebenarnya tidak seserius itu. Karena memang Fahmi hanya ingin agar Gus Dur nantinya sering memakai sepatu ke mana-mana, tidak pakai sandal terus.

Ditambah lagi, dibalik keinginan sederhana itu, tersimpan impian dan rencana besar dr Fahmi agar Gus Dur mempersiapkan diri menjadi pemimpin bangsa yang besar. Wallahu A'lam Bishawab. []