Rahmah

Humor Abu Nawas: Usulan Aneh yang Masuk Akal

Suatu waktu, Abu Nawas pergi menjenguk seorang temannya yang sedang sakit.


Humor Abu Nawas: Usulan Aneh yang Masuk Akal
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO  Siapa yang tak mengenal Abu Nawas, sosok penyair cerdik yang dikenal memiliki selera humor tinggi ini begitu masyhur di kalangan umat Islam. Meskipun tingkahnya yang nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang cerdas.

Dilansir dari NU Online, suatu waktu, Abu Nawas pergi menjenguk seorang temannya yang sedang sakit. Diketahui, temannya itu terkenal sangat kikir. 

Sesampainya di rumah temannya itu, Abu Nawas langsung masuk ke dalam. Di situ, ia menjumpai seorang tabib yang sedang memeriksa penyakitnya.

baca juga:

"Tak masalah Pak, asal sekujur badanmu mengeluarkan banyak keringat, maka suhu badanmu tentu akan segera turun." kata tabib itu kepada teman Abu Nawas.

Abu Nawas yang berada  tepat di sampingnya segera melontarkan kata-kata yang ditujukan untuk menyinggung si tabib itu.

"Wahh kalau ini sih mudah. Mari kita semua berkumpul makan malam di sini. Setalah itu, ia pasti kalang kabut dan dengan sendirinya akan mengeluarkan banyak keringat," seloroh Abu Nawas. 

Dalam kisah yang lain, kali ini giliran Abu Nawas yang sedang sakit. Saat itu juga ia berencana pergi ke tabib di daerahnya untuk berobat.

Memang, kondisinya kali ini benar-benar sakit. Sehingga bukan sedang mencari alasan untuk menghindari hukuman dari Baginda Raja Harun Ar-Rasyid.

Namun sebelum berangkat ke tabib, Abu Nawas memang memiliki kegelisahan karena khawatir kondisinya itu dianggap hanya sebuah intrik untuk mengelabuhi sang Raja. Namun karena sakitnya sudah tak terhingga, ia paksakan untuk memeriksa penyakitnya itu.

"Bib, rahang saya sakit." ujar Abu Nawas kepada si tabib itu.

"Sebelumnya, anda habis makan apa?" tanya tabib tersebut.

Dengan jawaban itu, Abu Nawas merasa lega karena kondisinya tidak dianggap mengada-ada.

"Aku habis makan roti dan es," tutur Abu Nawas.

Namun setelah menjawab pertanyaan itu, kelegaan Abu Nawas mendadak sirna. Si tabib ini tak percaya dengan alasan Abu Nawas.

"Masih bagus, karena kondisi anda masih mending ketimbang penderitaan rakyat jelata di pinggiran sana," seloroh si tabib tersebut. Wallahu A'lam. []