Rahmah

Humor Abu Nawas: Menipu Balik Penipu

Abu Nawas yang biasanya mampu meyakinkan orang lain bahkan membuat orang lain terkecoh, kali ini giliran dirinya yang terkena tipu.


Humor Abu Nawas: Menipu Balik Penipu
Ilustrasi Abu Nawas (Akurat.co)

AKURAT.CO  Siapa yang tak mengenal Abu Nawas, sosok penyair cerdik yang dikenal memiliki selera humor tinggi ini begitu masyhur di kalangan umat Islam.  Meskipun tingkahnya yang nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang cerdas.

Dilansir dari NU Online,  pemandangan yang jarang tak biasanya, terjadi hari itu. Abu Nawas yang biasanya mampu meyakinkan orang lain bahkan membuat orang lain terkecoh, kali ini giliran dirinya yang terkena tipu. Namun seseorang yang hendak menipu Abu Nawas itu memerlukan beberapa teman agar dapat menipunya.

Pagi itu, si penipu dan tiga orang temannya pergi untuk mencegat Abu Nawas yang hendak menjual seekor keledai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Kebetulan karena ada dorongan sang istri, Abu Nawas berangkat ke pasar.

baca juga:

Diketahui, kesemua penipu itu mencari cara untuk mengelabuhi Abu Nawas. Semuanya sepakat untuk mengelabuhi Abu Nawas bahwa yang dibawanya itu seekor kambing, bukan keledai.

Sepertinya, tiga penipu awal berhasil berusaha mengelabuhi Abu Nawas. Mereka dapat dengan mudah meyakinkan bahwa yang dibawanya adalah kambing meskipun Abu Nawas menegaskan yang dibawanya adalah keledai. Hingga giliran penipu terakhir yang melangsungkan misinya.

"Wahhh bagus sekali kambingmu ini," pencuri keempat membuka obrolan.

"Engkau juga yakin ini kambing?" Abu Nawas balik bertanya.

"Lho ya jelas sekali kalau hewan ini adalah kambing. Kalau boleh aku ingin membelinya," kata penipu tersebut.

"Berapa engkau mau membayarnya?" tambahnya.

"Lima dirham!" ujar Abu Nawas menyetujui. 

Singkatnya, saat pulang ke rumah, sang istri langsung marah-marah kepada Abu Nawas. Hal tersebut dikarenakan keledainya hanya dihargai lima dirham yang seharusnya bisa mencapai 50 dirham.

Ketimbang diomelin istrinya terus-terusan, Abu Nawas berencana pergi ke hutan untuk mencari kayu yang ingin dia jadikan tongkat dan menghasilkan uang. Rencananya itu akhirnya berhasil, semua orang membicarakan kehebatan tongkat Abu Nawas.

Dengan cepatnya kabar tersebut sampai ke para penipu. Mereka juga  menginginkan tongkat kepunyaan Abu Nawas yang ajaib itu. 

Para penipu itu sontak melihat sendiri bagaimana Abu Nawas mengacungkan tongkat di depan warung dan toko tanpa harus membayar. Sungguh ajaib. 

Tanpa berpikir panjang, kempat penipu itu tertarik ingin membeli tongkat Abu Nawas dengan harga tinggi. Meskipun pada aawalnya Abu Nawas hanya cuek dan tidak ingin menjualnya.

Setelah proses negosiasi yang panjang, para penipu itu akhirnya menghargai tongkat itu seharga 100 dinar emas. Ternyata Abu Nawas juga mau menyerahkan tongkat tersebut ke empat orang yang menipunya.

Saat itu juga, para penipu langsung menjajal kesaktian tongkat seharga ratusan dinar emas itu ke sebuah warung. Sesudah makan, salah seorang penipu mengacungkan tongkat. Namun tampaknya si pemilik warung itu kebingungan.

“Heiii kenapa kalian mengacungkat tongkat seperti itu?” tanya pemilik warung.

“Bukankah Abu Nawas juga mengacungkan tongkat ini dan dibebaskan dari membayar?" jawab salah seorang penipu.

"Betul. Tapi Abu Nawas nitip uang kepadaku sebelum makan di sini!" tegas pemilik warung.

"Haduh ternyata kita tidak untung menipu Abu Nawas. Malah rugi besar!" kata mereka serentak.

Lagian ada-ada saja. Abu Nawas kok ditipu, ya kena tipu balik deh. []