Rahmah

Humor Abu Nawas: Diguyur Hujan Lebat tapi Tidak Basah

Pada suatu hari, Abu Nawas dan rombongan kerajaan berburu ke hutan. Namun di tengah perjalanan berburu, hujan deras pun turun.


Humor Abu Nawas: Diguyur Hujan Lebat tapi Tidak Basah
Ilustrasi Abu Nawas (pinterest.com)

AKURAT.CO  Siapa yang tak mengenal Abu Nawas, sosok penyair cerdik yang dikenal memiliki selera humor tinggi ini begitu masyhur di kalangan umat Islam.  Meskipun tingkahnya yang nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang cerdas.

Dilansir dari NU Online, alkisah pada suatu hari, Abu Nawas dan rombongan kerajaan berburu ke hutan. Namun di tengah perjalanan berburu, hujan deras pun turun. Baginda Raja dan beberapa pengawalnya langsung basah kuyup karena kuda yang ditunggangi tidak bisa berlari dengan kencang.

Akan tetapi, Abu Nawas dengan kudanya tiba di tempat peristirahatan lebih dahulu dari Baginda dan pengawalnya. Abu Nawas menunggu Baginda Raja. Beberapa saat kemudian, Baginda dan para pengawalnya tiba dengan pakaian yang basah kuyup.

baca juga:

Setibanya di situ, Baginda Raja heran melihat Abu Nawas dengan pakaian yang tetap kering. 

"Bajumu kok tetap kering, wahai Abu Nawas?" tanya Baginda.

"Sedangkan aku dengan kuda yang cepat tidak sanggup mencapai tempat berteduh terdekat, apalagi kamu dengan kuda yang lamban ini," imbuh Baginda Raja Harun Ar-Rasyid.

"Hamba melepas pakaian dan segera melipatnya lalu mendudukinya, Baginda. Ini hamba lakukan sampai hujan berhenti," seloroh Abu Nawas membuat Raja tak melanjutkan lagi pertanyaannya.

Dalam kisah yang lain, suatu hari Abu Nawas sedang mendapat musibah sakit. Dirinya lalu pergi kepada seorang tabib. Kondisinya kali ini memang benar dan bukan mencari-cari alasan untuk menghindari hukuman dari Baginda Raja.

Karena sebelum berangkat ke tabib tersebut, Abu Nawas memang memiliki kegelisahan karena khawatir kondisinya itu dianggap hanya intrik untuk mengelabuhi seseorang.

Namun karena sakitnya sudah tak terhingga, ia paksakan untuk memeriksanya. Setibanya di rumah tabib, Abu Nawas berkata:

"Bib, rahang saya sakit."

"Anda habis makan apa?" tanya si tabib. Abu Nawas tampaknya lega karena kondisinya tidak dianggap mengada-ada.

"Aku habis makan roti dan es," jawab Abu Nawas.

Kelegaan Abu Nawas mendadak sirna, karena si tabib tak percaya alasan Abu Nawas.

"Masih bagus, karena kondisi anda masih mending ketimbang penderitaan rakyat jelata di pinggiran sana," jawab si tabib itu ngasal. []