Rahmah

Humor Abu Nawas: Akibat Kesalahan Majikan, Pekerjaan Menjadi Berantakan

Dengan mukanya yang tampak pucat, pengemis itu mengatakan bahwa dirinya belum makan tiga hari kepada Abu Nawas.


Humor Abu Nawas: Akibat Kesalahan Majikan, Pekerjaan Menjadi Berantakan
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Saat sedang bersantai di halaman rumahnya, tiba-tiba Abu Nawas dihampiri oleh seorang pengemis. Dengan mukanya yang tampak pucat, pengemis itu mengatakan bahwa dirinya belum makan tiga hari

"Wahai Pak Tua, kenapa engkau mengemis? Kenapa engkau tidak bekerja?" tanya Abu Nawas.

"Wahai Tuan, saya sudah lama mencari pekerjaan, namun belum ada yang mau menerima saya bekerja," jawab pengemis itu.

baca juga:

Karena melihat kondisi pengemis itu, Abu Nawas merasa kasihan. Ia lalu memberinya sebuah pekerjaan di tempat sahabatnya. Si pengemis itu mendapat pekerjaan untuk mencabuti rumput di kebun sahabat Abu Nawas.

Singkatnya, setelah beberapa minggu bekerja, sang majikan itu merasa senang dengan kinerja pengemis itu. Pengemis itu ternyata orang yang memiliki jiwa pekerja keras. Terbukti dalam beberapa hari saja, pekerjaan yang begitu banyaknya dapat diselesaikan dengan cepat.

Dimulai saat itu, sang majikan berniat memberi pekerjaan yang lebih serius untuk pengemis itu. Ia diberi pekerjaan untuk memisahkan satu keranjang kurma menjadi tiga bagian.

Namun tidak seperti pekerjaan sebelumnya, pekerjaanya kali ini tidak berjalan sesuai dengan harapan. Karena ternyata si pengemis itu melakukan satu kesalahan. 

Meskipun begitu, kesalahan tersebut tidak sepenuhnya ditujukan kepada si pengemis. Sebab diketahui sang majikan tidak menjelaskan terlebih dahulu kepada pengemis untuk memisahkan kurma bagus, kurang bagus dan kurma yang busuk. Rupanya ia hanya memberikan satu keranjang besar penuh kurma saja dan tiga keranjang kecil kosong. 

Beberapa saat kemudian, Abu Nawas datang ke rumah sahabatnya itu. Ia bermaksud untuk melihat kinerja dari si pengemis tersebut.

Namun sesampainya di sana, mereka dibuat kaget ketika melihat pengemis itu sedang tidur dengan pulasnya. Usut punya usut, ia sama sekali tidak melakukan pekerjaan yang diperintahkan sahabat Abu Nawas. 

Atas kejadian itu, sahabat Abu Nawas itupun merasa kesal. Ia segera membangunkan si pengemis itu.

"Haiii.. Kenapa engkau tidak menyelesaikan pekerjaanmu yang semalam," tanya sang majikan.

"Izin Tuan Majikan. Kalau hanya memindahkan kurma, sesungguhnya itu sangat mudah. Karena yang sulit adalah memilih mana kurma baik dan hang busuk. Karena saya tidak diberitahu sebelumnya," jawab pengemis membuat majikannya itu merasa bersalah. []