Olahraga

Hukuman Setahun Lagi, Iannone Ingin Kembali Balapan

Andrea Ianonne saat ini masih menjalani sanksi larangan berkompetisi sejak ia diketahui menggunakan zat terlarang steroid di Grand Prix Malaysia 2019.

Hukuman Setahun Lagi, Iannone Ingin Kembali Balapan
Pembalap MotoGP, Andrea Iannone, bakal menjalani sidang terkait kasus doping di Swiss pada 4 Februari mendatang. (CHILOMERTANDO)

AKURAT.CO, Masih ingat pembalap MotoGP asal Italia Andrea Iannone? Ya, pembalap ini sedang menyongsong tahun terakhir sanksi larangan berkompetisi sejak ia diketahui menggunakan zat terlarang steroid di Grand Prix Malaysia 2019.

Pembalap berusia 33 tahun tersebut masih menghasratkan kembali ke lintasan kelak jika masa hukumannya sudah selesai. Pun demikian, penunggang yang pernah membalap dengan bendera Ducati, Suzuki, dan Aprilia tersebut belum memastikan kompetisi mana yang akan diikutinya kembali.

“Saya akan kembali (membalap). Saya tidak tahu di mana, bagaimana dan kapan, apakah di MotoGP atau Superbike, tetapi saya jamin: saya masih belum bisa mengisi hidup saya dengan hal lain selain membalap atau (dunia) kecepatan,” kata Iannone.

baca juga:

Jika dihitung dari November 2019 ketika GP Malaysia digelar sebagai penanda waktu Iannone diketahui menggunakan steroid, maka sanksinya baru usai November 2023. Itu berarti, secepatnya Iannone baru bisa berkompetisi secara penuh pada musim 2024.

Hukuman Iannone awalnya adalah 18 bulan yang berarti ia sebenarnya sudah bisa bertanding musim ini. Namun, Agensi Anti-Doping Dunia (WADA) mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional membuat hukuman Ianonne bertambah menjadi empat tahun.

Namun, pandemi Covid-19 yang melanda dunia tak lama setelah Ianonne dikenai sanksi membuat waktu berjalan cepat bagi Iannone. Tahun 2023 tampak tidak terlalu lama sementara para pembalap MotoGP saat ini sebagian akan selesai kontrak di musim 2023 atau 2024.

Iannone memulai karier balapan pada 2005 di kelas 125 cc lalu naik ke Moto2 pada 2010 dan ke kelas MotoGP pada 2013. Ia bermain untuk Ducati dalam rentang 2013-2016 sebelum hengkang ke Suzuki pada 2017 dan mampir ke Aprilia pada 2019 sebagai tim terakhirnya.

“Saya tetap menjaga hubungan dengan Aprilia, mantan manajer (pribadi) saya, Carlo Pernat dan (bos Pramac) Paolo Campinoti, yang sudah seperti keluarga, tetapi balapan dilakukan untuk kemenangan, bukan persahabatan,” ucap Iannone.

Sepanjang kariernya di MotoGP, Iannone mencapai posisi terbaik di peringkat kelima di musim ketiganya bersama Ducati. Bersama Aprilia di musim terakhir Ianonne berada di posisi ke1-6.[]