Member Akademi Crypto Timothy Ronald Rugi hingga Rp200 Miliar, Polisi Diminta Segera Bertindak

AKURAT.CO Laporan dugaan penipuan Akademi Crypto yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya sejak Januari 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Demikian disampaikan Rio S. Tambunan, selaku kuasa hukum korban Akademi Crypto, Younger, dalam konferensi pers di Graha Chantia, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, pihak pelapor telah menyerahkan bukti-bukti dan menghadirkan saksi serta ahli untuk mendukung laporan tersebut.
Namun, Rio mengaku belum tahu apakah pendiri Akademi Crypto, Timothy Ronald dan Kalimasada, telah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan.
"Pemanggilan Timothy dan Kalimasada oleh Polda Metro Jaya sampai sekarang kita belum tahu, apakah mereka sudah dipanggil atau tidak," katanya.
Baca Juga: Korban Akademi Crypto Diajari Investasi secara Total, Diminta Jual Rumah untuk Beli Altcoin
Rio menilai dugaan tindak pidana dalam perkara tersebut sangat kuat. Di mana, korban sebelumnya mendapat iming-iming keuntungan apabila mengikuti kelas pelatihan dan membeli aset kripto yang direkomendasikan.
"Timothy dan Kalimasada mengiming-imingi member-nya, beli ini nanti akan profit. Tapi nyatanya rungkad alias rugi," ujarnya.
Rio mengatakan, sejumlah korban bahkan telah membayar hingga Rp50 juta untuk menjadi member Akademi Crypto.
Dalam perkembangannya, jumlah korban yang tergabung dalam paguyuban mencapai sekitar seratus orang dengan total kerugian mencapai Rp200 miliar.
Sementara itu, Younger mengatakan, dirinya mengikuti Akademi Crypto karena termakan bujuk rayu dan janji keuntungan yang disampaikan Timothy Ronald dan Kalimasada.
Kerugiannya terjadi secara bertahap karena terus didorong untuk membeli aset kripto.
"Saya beli harga tiga dolar sampai sekarang sampai 0,06 dolar. Bayangkan turunnya berapa ribu persen dan kerugian tiga miliar rupiah," kata Younger.
Dia mengaku sampai mengalihkan modal usahanya ke aset kripto karena percaya pada janji-janji keuntungan tersebut.
Bantahan Timothy Ronald
Menurut Younger, terakhir kali diperiksa penyidik Polda Metro Jaya pada Agustus 2026. Dalam pemeriksaan itu, muncul bantahan dari pihak Timothy Ronald mengenai materi money management yang menjadi salah satu persoalan.
Younger mengatakan, materi tersebut belum ada pada 2024 ketika dirinya mengikuti kelas. Materi mengenai money management baru muncul di tahun 2025 setelah banyak anggota Akademi Crypto mengalami kerugian.
Baca Juga: Kasus Penipuan Akademi Crypto Timothy Ronald Jalan di Tempat, Ada Apa?
Younger juga menuding pihak Akademi Crypto membungkam anggota yang menyampaikan kritik. Ia mencontohkan kejadian pada Sabtu (29/8/2026) lalu ketika menghadiri acara seminar investasi Timothy Ronald. Di mana dirinya justru diusir setelah mengajukan pertanyaan.
"Saya tidak membuat onar, rusuh. Saya bertanya secara sopan tapi saya langsung diusir," ujarnya.
Rio mengatakan, pihaknya telah menempuh berbagai cara untuk meminta penyelesaian kasus, mulai dari berunjuk rasa di Gedung DPR, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Polda Metro Jaya.
Ia juga menyebut terdapat korban di Kalimantan yang hingga kini belum mendapatkan perkembangan kasus.
Rio mendesak Polda Metro Jaya segera menentukan kelanjutan laporan tersebut. Perkara itu setidaknya memiliki unsur korban, kerugian, dan dugaan tipu muslihat.
Baca Juga: Kasus Penipuan Akademi Crypto Mandek, Korban Timothy Ronald Daftarkan Permohonan RDPU ke DPR
"Jangan digantung. Karena menurut kita ini jelas pidananya. Ada korban, ada kerugian, ada tipu muslihat yang dilakukan, tapi sampai sekarang tidak ada perkembangan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







