Rahmah

Hukum Tertawa saat Salat

Jika tertawa tidak terdengar ucapan dua huruf tidak membatlakn


Hukum Tertawa saat Salat
Potret Anak Salat (Twitter/mohammedsabeq)

AKURAT.CO Salat adalah salah satu ibadah yang mengharuskan untuk khusyu. Oleh sebab demikian diharuskan untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan maksimal agar bisa menuju kesempurnaan salat. 

Ketika salat, namun tertawa, bagaimana hukumnya menurut Islam?

Syihabuddin al-Qulyubi dan Ahmad al-Barlasi ‘Umairah, dalam Hasyiyata al-Qulyubi wa ‘Umairah, juz 2, hal. 499, mengatakan demikian:

(والأصح أن التنحنح والضحك والبكاء والأنين والنفخ إن ظهر به) أي بكل مما ذكر (حرفان بطلت وإلا فلا) تبطل به ، والثاني لا تبطل به مطلقا لأنه ليس من جنس الكلام

Artinya: “Menurut qaul ashah (pendapat yang paling benar) bahwa berdehem, tertawa, menangis, merintih, dan meniup, ketika tampak dari perbuatan tersebut dua huruf, maka dapat membatalkan shalat; jika tidak tampak, maka shalat tetap sah (tidak batal). Pendapat kedua berpandangan bahwa hal-hal tersebut tidak membatalkan shalat secara mutlak, sebab bukan merupakan bagian dari jenis perkataan."

Sebagaimana juga dijelaskan dalam kitab al-‘Iqna’ karya Syaikh Al-Syirbini sebagai berikut:

(و) العاشر (القهقهة) في الضحك بخروج حرفين فأكثر، والبكاء: ولو من خوف الآخرة، والانين والتأوه والنفخ من الفم أو الانف مثل الضحك إن ظهر بواحد مما ذكر حرفان فأكثر كما مرت الاشارة إليه 

Artinya: “Perkara yang membatalkan kesepuluh adalah tertawa dengan mengeluarkan dua huruf atau lebih. Adapun menangis, meskipun karena kekhawatiran pada hal akhirat, merintih, mengerang kesakitan, meniup dari mulut atau hidung itu hukumnya sama dengan tertawa (dapat membatalkan) jika tampak dari perbuatan tersebut dua huruf atau lebih, seperti halnya yang telah dijelaskan.”

Maka, kesimpulannya, kalau dalam salat kemudian seseorang tertawa dan sampai menampakkan dua huruf hukumnya adalah batal. Oleh sebab demikian semaksimal mungkin agar jangan sampai dalam situasi salat ada sesuatu yang dapat menyebabkan kita tertawa. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online