Rahmah

Hukum Satpam Tidak Salat Jum'at Karena Menjaga Keamanan Kantor

Ia menjaga kantor karena dikhawatirkan ada perampokan


Hukum Satpam Tidak Salat Jum'at Karena Menjaga Keamanan Kantor
Satpam (muslimah.co)

AKURAT.CO Salat Jum'at merupakan salah satu salat yang wajib dilakukan oleh orang Islam laki-laki yang sudah memenuhi kriteria untuk melakukannya. Meninggalkan sebanyak 3 kali berturut-turut tanpa alasan maka hukumnya fasik.

Tetapi tidak semua orang memiliki waktu yang tepat untuk melakukan salat Jum'at. Pasalnya, salat Jum'at ini harus dilakukan secara berjamaah, minimal 40 orang, dan waktunya memang pada waktu itu saja (ketika waktu Zuhur masuk).

Seperti misalnya, bagi Satpam penjaga kantor, atau penjaga tempat-tempat rawan pencurian atau pembunuhan, maka dalam kondisi ini tidak mungkin ia harus meninggalkan tempat tersebut, karena hkawatir dengan hilangnya nyawa seseorang di dalam sebuah gedung kantor atau tempat-tempat penting lainnya.

Lalu bagaimana, apakah Satpam ini wajib tetap untuk melakukan salat Jum'at? Jawabannya tidak. Karena Satpam ini memiliki uzur, yakni harus menjaga nyawa bagi dirinya dan bagi orang-orang lainnya.

Ini sebagaimana disebut oleh Imam An-Nawawi:

   ومنها أن يخاف على نفسه أو ماله أو على من يلزمه الذب عنه من سلطان أو غيره ممن يظلمه 

Artinya: “Di antara uzur-uzur (Jumat dan shalat jamaah) adalah adanya kekhawatiran atas nyawa atau harta, baik bagi dirinya sendiri atau pihak-pihak yang wajib dilindungi nyawanya baik dari pemerintah atau lainnya, dari orang zalim.” (al-Imam al-Nawawi, Raudlatut Thalibin, juz.1, halaman 345).

Atau, bahkan, uzur dalam hal yang dapat merugikan pekerjaan, maka boleh seseorang dalam hal ini tidak melakukan salat Jum'at terlrbih dahulu, karena masuk dalam kategori uzur syar'i.

Syekh Abu al-Hasan Ali bin Sulaiman al-Mardawi mengatakan:

   ومما يعذر به في ترك الجمعة والجماعة خوف الضرر في معيشة يحتاجها أو مال استؤجر على حفظه  

Artinya: “Termasuk uzur dalam meninggalkan Jumat dan jamaah shalat adalah kekhawatiran kerugian dalam pekerjaan yang ia butuhkan, atau harta yang ia disewa untuk menjaganya.” (Syekh Abu al-Hasan Ali bin Sulaiman al-Mardawi, al-Inshaf, juz 2, halaman 212).  

Kesimpulannya; satpam yang memiliki kewajiban menjaga kantor karena adanya kekhawatiran terhadap hilangnya nyawa, tidak diwajibkan melakukan salat Jum'at. Ia cukup menggantinya dengan salat Zuhur. Wallahu A'lam.[]