Rahmah

Hukum Salat Sambil Menggendong Anak

Nabi pernah menggendong cucunya saat beliau salat.


Hukum Salat Sambil Menggendong Anak
Umat Islam melaksanakan shalat menggendong anak. (Harakatuna.com)

AKURAT.CO Tidak menutup kemungkinan dalam salat seorang bapak menggendong anaknya baik dalam keadaan disengaja maupun tidak. Seseorang menggendong anak saat salat karena tidak ada orang lagi yang bisa menemani anaknya. Atau tidak sengaja karena si anak tiba-tiba naik ke punggung bapaknya.

Mengutip NU Online, praktik semacam itu sebenarnya pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW, yakni ketika beliau menggendong cucunya, Umamah binti Abi al-‘Ash yang merupakan putri dari Sayyidah Zainab radliyallahu ‘anha. 

Ini sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Abu Qatadah al-Anshari:

baca juga:

 رَأَيْتُ النَّبِىَّ ﷺ يَؤُمُّ النَّاسَ وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِى الْعَاصِ وَهْىَ ابْنَةُ زَيْنَبَ بِنْتِ النَّبِىِّ ﷺ عَلَى عَاتِقِهِ فَإِذَا رَكَعَ وَضَعَهَا وَإِذَا رَفَعَ مِنَ السُّجُودِ أَعَادَهَا (رواه مسلم) ـ  

Artinya: “Aku melihat Rasulullah SAW shalat mengimami para sahabat sambil menggendong Umamah binti Abi al-‘Ash, putri dari Sayyidah Zainab di atas bahunya. Ketika rukuk Rasulullah SAW meletakkannya (di lantai) dan ketika selesai sujud, Rasulullah SAW menggendongnya kembali.” (HR. Muslim).

Sedangkan dijelaskan di dalam hadits yang lain yang terdapat dalam kitab al-Muwattha’ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menegaskan bahwa Rasulullah meletakkan Umamah binti Abi al-‘Ash saat beliau hendak sujud, bukan saat ruku':

 أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِأَبِي الْعَاصِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا وَإِذَا قَامَ حَمَلَهَ   

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW melaksanakan shalat sembari menggendong ‘Umamah binti Zainab binti Rasulullah SAW,  ‘Umamah merupakan putri Abi al-Ash bin Abd as-Syams, ketika sujud, Rasulullah SAW meletakkannya (di lantai) dan ketika berdiri (dari sujud), Rasulullah SAW menggendongnya kembali.” (HR. Bukhari).

Menurut ‘Amr bin Salim yang diriwayatkan oleh Zubair bin Bakr, ketika Rasulullah menggendong anaknya itu, shalat yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW adalah shalat Subuh (Badruddin al-‘Ainy, Umdah al-Qari Syarh Shahih al-Bukhari, juz 7, hal 285). 

Para ulama menjadikan hadits di atas sebagai dalil bolehnya melaksanakan shalat sambil menggendong anak. Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Imam bin Hanbal ketika ditanya perihal shalat sambal menggendong anak:

سئل أحمدُ:َ أيأخذ الرجلُ ولده وهو يُصلي؟ قال: نعم، واحتج بحديث أبي قتادة. 

Artinya: “Imam Ahmad ditanya, 'Apakah seseorang boleh mengambil untuk menggendong anaknya ketika ia sedang shalat?' Beliau menjawab, 'Iya, boleh,' dengan menjadikan hadits riwayat Abi Qatadah sebagai dalil." (Badruddin al-‘Ainy, Syarh Abi Daud, Juz 4, Hal 146).

Dari keterangan di atas jelas bahwa hukum salat sambil menggendong anak dalam kondisi tertentu dibolehkan. Tentu saja dengan ketentuan-ketentuan yang ketat, seperti dalam kondisi yang darurat, anak yang digendong tidak membawa najis, atau tidak mengganggu jamaah yang lain jika salat di masjid atau musollah. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online