Rahmah

Hukum Salat Jum’at Via Live Streaming

Hukum Islam tentang salat via live streaming


Hukum Salat Jum’at Via Live Streaming
Ilustrasi umat melakukan salat (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Beberapa waktu yang lalu sempat viral terkait adanya salat Jum’at yang dilakukan secara streaming yang dilakukan oleh seseorang. Dalam mazhab Syafi’i, salat berjamaah memang boleh dilakukan dengan adanya jarak antara Imam dan Ma’mum, selagi tidak ada penghalang di antara keduanya.

Imam An-Nawawi pernah mengatakan demikian:

 

لو صلى في دار أو نحوها بصلاة الامام في المسجد وحال بينهما حائل لم يصح عندنا وبه قال احمد وقال مالك تصح إلا في الجمعة وقال أبو حنيفة تصح مطلقا

 

Artinya: “Jika seseorang melakukan shalat di rumah atau sejenisnya dengan mengikuti shalat imam di masjid–sementara keduanya terhalang oleh sesuatu–maka shalatnya tidak sah menurut kami (mazhab Syafi’i). Imam Ahmad juga memiliki pendapat yang sama. Menurut Imam Malik, pelaksanaan shalat berjamaah seperti ini sah kecuali pada shalat Jumat. Tetapi bagi Abu Hanifah, pelaksanaan shalat seperti ini sah secara mutlak (baik shalat Jumat maupun berjamaah).”

 Dalam penjelasan yang lain, Imam An-Nawawi, dalam Raudhatut Thalibin wa Umdatul Muftin, juz I, halaman 357 mengatakan demikian:

الشرط الثاني العلم بالأفعال الظاهرة من صلاة الامام وهذا لا بد منه نص عليه الشافعي واتفق عليه الأصحاب ثم العلم قد يكون بمشاهدة الامام أو مشاهدة بعض الصفوف وقد يكون بسماع صوت الامام أو صوت المترجم في حق الأعمى والبصير الذي لا يشاهد لظلمة أو غيرها وقد يكون بهداية غيره إذا كان أعمى أو أصم في ظلمة 

 

Artinya: “Syarat kedua adalah mengetahui gerakan fisik pada shalat imam. Tentu ini tidak boleh tidak, sebagaimana nash As-Syafi’i dan disepakati ashab. Lalu, pengetahuan (atas gerakan imam) dapat terjadi dengan menyaksikan imam atau menyaksikan sebagian shaf. Pengetahuan juga dapat terjadi dengan mendengarkan suara imam atau suara penerjemah bagi jamaah disabilitas netra/jamaah yang melihat tetapi tidak dapat menyaksikan karena faktor gelap atau faktor lainnya. Ia dapat terjadi dengan petunjuk lainnya bila jamaah penyandang disabilitas netra atau disabilitas rungu di kegelapan.”

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa: salat Jum’at dalam keadaan normal (seperti tanpa musim pandemic) dengan melalui streaming tidak sah, sebab adanya penghalang antara imam dan makmum. Hal ini melainkan di dalam kondisi darurat, seperti disabilitas dan termasuk dalam kondisi pandemic yang membuat seseorang takut terpapar virus manakala hadir salat Jum’at secara langsung. Wallahu A’lam.[]

Sumber: NU Online