Rahmah

Hukum Salat Idul Adha di Rumah

Tidak sama salat Id di masjid dan di rumah


Hukum Salat Idul Adha di Rumah
salat Idul Adha di rumah (Istimewa)

AKURAT.CO  Pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia bahkan hingga tiba kali kedua Idul Adha setelah sebelumnya juga sama. Bahkan, pandemi tahun ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini membuat pemerintah memutuskan melakukan himbauan agar masyarakat tidak melakukan salat Idul Adha di masjid atau musholla demi menghindari penularan Covid-19. Masyarakat dihimbau untuk salat Ied di rumah masing-masing.

Pada dasarnya memang salat Ied disunnahkan dilakukan di Musholla dan atau Masjid. Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, mengatakan:

والسنة أن يصلي صلاة العيد في المصلي إذا كان مسجد البلد ضيقا لما روى أن النبي صلي لله عليه وسلم " كان يخرج الي المصلي " ولان الناس يكثرون في صلاة العيد

Artinya: “Sunnah itu pelaksanaan shalat id di mushallah jika masjid desa sempit sebagaimana riwayat yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW keluar menuju ke mushalla dan masyarakat banyak (yang hadir) pada shalat id."

Tetapi ketentuan di atas tidak berlaku mutlak. Seperti ketika ada uzur syar'i maka salat Idul Adha pun boleh dilakukan di rumah tanpa mengurangi pahala kesunahannya. Masih dikatakan oleh Imam An-Nawawi:

ومن الاعذار المطر والوحل والخوف والبرد ونحوها

Artinya: “Uzur-uzur itu adalah hujan, tanah belok/berlumpur, situasi mencekam (khauf), cuaca dingin, dan uzur lainnya,” (Lihat Imam An-Nawawi, 2010 M: V/8) 

Uzur yang ditemukan oleh masyarakat Indonesia merupakan uzur yang masuk dalam kategori yang dipaparkan Imam Nawawi, yaitu uzur khauf atau takut adanya penularan wabah pandemi. Sehingga salat Idul Adha di rumah menjadi pilihan yang tetap bernilai sunah.

Kesimpulannya, salat Idul Adha di rumah dalam kondisi adanya uzur berupa takut adanya penularan Covid-19 dibolehkan syariat Islam. Bahkan, ibadah tersebut meski dilakukan di rumah tetap bernilai pahala dan sunah.

Jangan lupa, untuk menghindari adanya penularan Covid-19, hendaknya umat Islam dan semua masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jangan sampai alih-alih ingin melakukan kebaikan, akan tetapi berujung pada kerusakan jiwa.

Wallahu A'lam.[]