Rahmah

Hukum Salat dengan Pakaian yang Bergambar

Jangan sampai belum tahu hukum ini


Hukum Salat dengan Pakaian yang Bergambar
Sejumlah jamaah sedang salat (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Salat merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap Muslim sebanyak lima kali dalam satu hari. Ketika salat, kita semua diharuskan memakai pakaian yang sopan, karena akan beribadah di depan Allah.

Sebagai perintah syariat, dan tentu saja ada nilai kesopanan di dalamnya, orang yang salat wajib untuk menutupi auratnya. Pakaian yang digunakan untuk salat hendaknya tidak tembus pandang pada bagian tubuh seseorang.

Syekh Abu al-Husain Yahya bin Abi al-Khairn al-Umrani, dalam al-Bayan fi Madzhab al-Imam al-Syafi’i, juz 2, hal. 120, menyatakan:

ويجب ستر العورة بما لا يصف لون البشرة، وهو: صفة جلده: أنه أسود، أو أبيض، وذلك يحصل بالثوب، والجلد، وما أشبههما 

Artinya: “Wajib menutup aurat dengan penutup yang tidak dapat menampakan warna kulit, yaitu sifatnya kulit meliputi hitam atau putih. Menutupi aurat bisa hasil dengan pakaian, kulit dan yang menyerupai keduanya.

Bahkan, menurut Syekh Abu Bakr bin Syatha dalam I'anat At-Thalibin, hendaknya saat salat menggunakan pakaian yang terbaik. Ia berkata:

 (قوله ويسن أن يلبس أحسن ثيابه) أي ويحافظ على ما يتجمل به عادة ولو أكثر من اثنين لظاهر قوله تعالى {يا بني آدم خذوا زينتكم عند كل مسجد} ولقوله صلى الله عليه وسلم إذا صلى أحدكم فليلبس ثوبيه فإن الله أحق أن يزين له  

Artinya: “Ucapan Syekh Zainuddin, sunah memakai pakaian terbaiknya, dan juga menjaga pakaian yang indah/ sopan secara adat, meski lebih dari dua jenis pakaian. Hal ini berdasarkan makna lahir dari firman Allah, pakailah perhiasaaan kalian setiap kali shalat, dan berdasarkan sabda Nabi, bila salah satu dari kalian shalat, maka pakailah dua pakaiannya, sesungguhnya Allah lebih berhak untuk ditampakan keindahan kepadaNya.” 

Adapun hukum menggunakan pakaian yang bergambar saat salat, hukumnya adalah makruh. Hal itu karena bisa menganggu kekhusyuan orang lain yang juga salat berjamaah bersamanya. 

Berkaitan dengan kemakruhan memakai pakaian bergambar saat shalat, Syekh Taqiyuddin al-Hishni menegaskan:

ويكره أن يصلي في ثوب فيه صورة وتمثيل 

Artinya: “Makruh shalat mengenakan baju yang bergambar.” (Syekh Taqiyuddin al-Hishni, Kifayah al-Akhyar, juz 1, hal. 93).

Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online