Rahmah

Hukum Oral Sex Suami Pada Bagian Kewanitaan Istrinya

Oral sex dalam pandangan Islam


Hukum Oral Sex Suami Pada Bagian Kewanitaan Istrinya
Ilustrasi kamar bercinta suami dan istri (Pexels/lalesh aldarwish)

AKURAT.CO Seks oral adalah aktivitas seksual yang dilakukan dengan memberi rangsangan pada Mr P, Miss V atau anus dari pasangan, dengan menggunakan bibir, mulut, dan lidah.  demikian dikutip dari Halodoc.

Terkait dengan oral sex pada bagian kewanitaan, Zainudin Al-Malibari, dalam Fathul Mu’in, halaman 217, mengatakan:

يَجُوزُ لِلزَّوْجِ كُلُّ تَمَتُّعٍ مِنْهَابِمَا سِوَىَ حَلْقَةِ دُبُرِهَا وَلَوْ بِمَصِّ بَظْرِهَا 

Artinya: “Diperbolehkan bagi seorang suami untuk bersenang-senang dengan isteri dengan semua model kesenangan (melakukan semua jenis aktivitas seksual) kecuali lingkaran di sekitar anusnya, walaupun dengan menghisap klitorisnya."

Sedangkan Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya, al-Jami’ li Ahkamil Qur`an, Kairo-Darul Hadits, juz XII, halaman 512, mengatakan:

 وَقَدْ قَالَ أَصْبَغُ مِنْ عُلَمَائِنَا: يَجُوزُ لَهُ أَنْ يَلْحَسَهُ بِلِسَانِهِ

 

Artinya: “Ashbagh salah satu ulama dari kalangan kami (Madzhab Maliki) telah berpendapat, boleh bagi seorang suami untuk menjilati kemaluan isteri dengan lidahnya."

Pandangan kebolehan melakukan oral sex pada bagian kewanitaan adalah pandangan Abdurrahman bin Abdullah al-Ba’li al-Hanbali, dalan Kasyful Mukhdirat, juz II, halaman 623:

وَقَالَ ( القَاضِي ) : يَجُوزُ تَقْبِيلُ الْفَرْجِ قَبْلَ الْجِمَاعِ وَيُكْرَهُ بَعْدَهُ 

Artinya: “Al-Qadli Abu Ya’la al-Kabir berkata, boleh mencium vagina isteri sebelum melakukan hubungan badan dan dimakruhkan setelahnya."

Kesimpulannya; hukum oral sex pada bagian kewanitaan adalah boleh, selagi tidak sampai melanggar aturan-aturan syariat. Demikian penjelasan yang juga dinukil dari NU Online. Semoga bermanfaat.[]

Sumber: NU Online