Rahmah

Hukum Onani di Siang Hari Pada Bulan Puasa

Ini hukum puasanya orang yang onani


Hukum Onani di Siang Hari Pada Bulan Puasa
Ilustrasi Mastrubasi

AKURAT.CO, Orang yang sedang berpuasa dilarang melakukan perbuatan seksual di siang hari. Hal itu akan mengakibatkan puasanya batal dan bahkan harus membayar fidyah.

Selain hubungan seksual antara suami dan istri, onani juga dapat membatalkan puasa. Disebutkan di dalam Kitab Al-Majmu’ juz VI, halaman 286 berikut ini:

 إذا استمنى بيده وهو استخراج المنى افطر بلا خلاف عندنا لما ذكره المصنف 

Artinya: “Bila seseorang melakukan onani dengan tangannya–yaitu upaya mengeluarkan sperma–, maka puasanya batal tanpa ikhtilaf ulama bagi kami sebagaimana disebutkan oleh penulis matan (As-Syairazi)."

Batalnya puasa orang yang melakukan onani disamakan dengan ejakulasi yang dilakukan dengan kontak fisik. Imam An Nawawi menegaskan:

وان استمنى فانزل بطل صومه لانه انزال عن مباشرة فهو كالانزال عن القبلة ولان الاستمناء كالمباشرة فيما دون الفرج من الاجنبية في الاثم والتعزير فكذلك في الافطار 

Artinya: “Jika seseorang beronani lalu keluar mani atau sperma (ejakulasi) maka puasanya batal karena ejakulasi sebab kontak fisik (mubasyarah) laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama dengan ejakulasi sebab ciuman. Onani memiliki konsekuensi yang sama dengan kontak fisik pada selain kemaluan antara laki-laki dan perempuan, yaitu soal dosa dan sanksi takzir. Demikian juga soal pembatalan puasa,” (Lihat Imam An-Nawawi, 2010 M: VI/284).

Adapun orang yang puasanya batal karena melakukan onani tidak dikenakan hukum membayar kafarah sebagaimana orang yang melakukan jima' di siang hari bulan puasa. Disebutkan demikian: 

ولو أفسد صومه بغير الجماع كالأكل والشرب والاستمناء والمباشرات المفضية إلى الانزال فلا كفارة لأن النص ورد في الجماع وما عداه ليس في معناه هذا هو المذهب الصحيح المعروف 

Artinya: “Bila seseorang merusak puasanya dengan selain jimak (hubungan seksual), yaitu makan, minum, onani, dan kontak fisik yang menyebabkan ejakulasi, maka tidak ada kaffarah karena nash hanya berbicara soal jimak. Sedangkan aktivitas selain jimak tidak termasuk dalam kategori jimak. Ini pandangan shahih dan terkenal mazhab Syafi’i,” (Lihat Imam An-Nawawi, 2005 M/1425-1426 H: II/261).

Kesimpulannya: hukum onani di siang hari pada bulan puasa dapat membatalkan puasa. Meski demikian seseorang yang melakukan demikian tidak wajib untuk membayar fidyah.[]

Sumber: NU Online

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu