Rahmah

Hukum Merayakan Kemenangan Piala Dunia dengan Pesta-pesta

Hukum Merayakan Kemenangan Piala Dunia dengan Pesta-pesta
ilustrasi menonton bola (pinterest.com)

AKURAT.CO Piala Dunia 2022 membuat masyarakat beramai-ramai menonton sekaligus memilih tim dari negara mana yang diprediksi akan menang dalam laga bola terakbar itu.

Saat merayakan kemenangan tim sepak bola, bolehkah kita merayakan dengan pesta-pesta? Jawabannya adalah boleh, selama tidak ada kemaksiatan di dalamnya.

Sebagaimana firman Allah mengenai larangan zina dalam surat al-Maidah ayat 90,

baca juga:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.

Ayat di atas memberi petunjuk bahwa minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Jika hal-hal itu dilakukan untuk merayakan kemenangan, jelas Islam melarangnya.

Sama juga halnya merayakan pernikahan atau walimatul ursy yang diniati untuk berbangga diri atau sombong, jelas itu haram bagi pelaksananya dan bagi yang diundang pun tidak boleh menghadirinya. Seperti yang dijelaskan oleh Abdurrahman al-Jaziri dalam karyanya, al-Fiqh ‘ala Madzahib al-Arba’ah:

إنما تجب الإجابة أو تسن بشروط: منها أن لا يكون الداعي فاسقاً مجاهراً أو ظالماً وله غرض فاسد كالمباهاة والمفاخرة أو التأثير على المدعو ليستخدمه في معصية

Artinya: memenuhi undangan (pernikahan/ajakan selebrasi) bisa wajib atau sunnah dengan memperhatikan beberapa syarat berikut: di antaranya adalah sang pemilik hajat bukanlah orang yang berbuat fasik secara terang-terangan atau berbuat zalim dan memiliki tujuan untuk berbangga diri atau memberi dampak negatif pada tamu undangan, misal acara di dalamnya membuat tamu undangan berbuat maksiat.

Dari keterangan di atas jelas bahwa merayakan kemenangan sepak bola (termasuk piala dunia) adalah boleh selama tidak ada kemaksiatan di dalamnya. Sementara bila ada kemaksiatan, hukumnya adalah haram.[]