Rahmah

Hukum Menimbun Minyak Goreng dalam Islam

Menimbun minyak goreng dapat menimbulkan kesengsaraan.


Hukum Menimbun Minyak Goreng dalam Islam
Minyak Goreng (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menimbun adalah menaruh sesuatu secara bersusun hingga menjadikan timbunan; menumpuk. 

Menimbun atau dalam istilah syara’ adalah ihtikar, yakni tindakan menyimpan harta, manfaat, atau jasa dan enggan menjual dan memberikannya kepada orang lain, yang mengakibatkan melonjaknya harga pasar secara drastis disebabkan persediaan terbatas atau stok barang hilang sama sekali dari pasar. 

Sedangkan masyarakat, negara, ataupun hewan memerlukan produk, manfaat, atau jasa tersebut. Keadaan ini sering sekali terjadi di masyarakat negara Indonesia.

baca juga:

Adalah minyak goreng, yang akhir-akhir ini sulit untuk dicari. Sebagian orang melakukan penimbunan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, sementara tidak peduli dengan kondisi masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan.

Hukum menimbun barang adalah haram, karena dapat menimbulkan madhorot yang berbahaya. Disebutkan dalam beberapa hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, di antaranya hadits yang diriwayatkan melalui Umar RA di mana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ;

الجالب مرزوق والمحتكر ملعون 

Artinya: "Orang yang mendatangkan (makanan) akan dilimpahkan rezekinya, sementara penimbun akan dilaknat."

Selain hadits di atas, disebut juga dalam hadits yang diriwayatkan melalui Mu’ammar al-‘Adwiy:

لا يحتكر الا خاطئ 

Artinya: "Tidak akan menimbun barang, kecuali orang yang berbuat salah."

Hadits yang diriwayatkan melalui Ibn Umar:

Sumber: NU Online