Rahmah

Hukum Mengidolakan Pemain Bola Non-Muslim di Piala Dunia

Hukum Mengidolakan Pemain Bola Non-Muslim di Piala Dunia
Ilustrasi Piala Dunia 2022 (fifa.com)

AKURAT.CO Gelaran Piala Dunia 2022 membuat masyarakat kembali bersorak-sorai menyambutnya. Masyarakat Indonesia sebagian besar sangat mengidolakan olah raga empat tahunan itu.

Tidak hanya mengidolakan olah raganya, namun juga ada yang mengidolakan pemain-pemainnya, baik non-muslim maupun yang muslim.

Lalu, bagaimana hukum mengidolakan pemain non-muslim dalam Islam? Mengutip Bincangsyariah.com, berikut penjelasannya;

baca juga:

قَوْلُهُ: (الْمَيْلِ الْقَلْبِيِّ) ظَاهِرُهُ أَنَّ الْمَيْلَ إلَيْهِ بِالْقَلْبِ حَرَامٌ وَإِنْ كَانَ سَبَبُهُ مَا يَصِلُ إلَيْهِ مِنْ الْإِحْسَانِ أَوْ دَفْعَ مَضَرَّةٍ وَيَنْبَغِي تَقْيِيدُ ذَلِكَ بِمَا إذَا طَلَبَ حُصُولَ الْمَيْلِ بِالِاسْتِرْسَالِ فِي أَسْبَابِ الْمَحَبَّةِ إلَى حُصُولِهَا بِقَلْبِهِ وَإِلَّا فَالْأُمُورُ الضَّرُورِيَّةُ لَا تَدْخُلُ تَحْتَ حَدِّ التَّكْلِيفِ وَبِتَقْدِيرِ حُصُولِهَا. يَنْبَغِي السَّعْيُ فِي دَفْعِهَا مَا أَمْكَنَ فَإِنْ لَمْ يُمْكِنْ دَفْعُهَا لَمْ يُؤَاخَذْ بِهَا ع ش عَلَى م ر.

Artinya: “Diharamkan untuk mencintai orang kafir, bahkan meskipun rasa tersebut muncul dari sebuah kebaikannya atau jasanya. Hanya saja ini diarahkan ketika perasaan ini muncul sebab adanya usaha, semisal surat menyurat dengannya.

Tapi, jika rasa tersebut muncul tanpa adanya usaha, maka ini distatus sebagai sesuatu yang daruriyyah. Dan ia tidak dikenai taklif dalam hal ini, hanya saja seyogyanya ia berusaha untuk menghilangkan rasa ini. Namun jika tidak mampu, maka jangan perdulikan rasa cinta tersebut. (Tuhfat al-habib ala syarh al-khatib,  Juz 4 Halaman 291).

Keterangan serupa juga disampaikan oleh Syekh Salamah Al-Qalyubi, beliau mengatakan;

  وَيَحْرُمُ الْمَيْلُ إلَيْهِمْ بِالْقَلْبِ مِنْ حَيْثُ الْكُفْرُ وَيُكْرَهُ لِغَيْرِهِ، وَتُكْرَهُ مُهَادَاتُهُمْ إلَّا لِنَحْوِ رَحِمٍ أَوْ رَجَاءَ إسْلَامٍ أَوْ جِوَارٍ

Artinya: “Haram untuk mencintai non muslim karena faktor kekafirannya, dan dihukumi makruh jika mencintainya karena faktor selainnya. Maka makruh memberi hadiah kepada mereka, kecuali karena mereka merupakan sanak famili, tetangga atau besar kemungkinannya untuk masuk Islam. (Hasyiyah al-Qalyubi,  Juz 4 Halaman 236).

Dari keterangan di atas dapat diqiyaskan, bahwa ngefans ke pemain sepak bola non muslim tidak haram, selama tidak ada faktor menyukai agama/ideologinya. Jika ada rasa suka sebab kekafirannya, baru dihukumi haram.

Semoga bermanfaat.[]