Rahmah

Hukum Mengeramik Kuburan

Hukumnya bisa boleh, tidak boleh, bahkan haram


Hukum Mengeramik Kuburan
Pemakaman Masyayikh (PWNU_Jatim)

AKURAT.CO, Pemakaman atau pekuburan adalah sebidang tanah yang disediakan untuk kuburan. Pemakaman bisa bersifat umum (semua orang boleh dimakamkan di sana) maupun khusus, misalnya pemakaman menurut agama, pemakaman pribadi milik keluarga, Taman Makam Pahlawan, dan sebagainya.

Persepsi sebagian besar orang menganggap kuburan sebagai tempat yang angker. Ada banyak hal mistis di dalam tempat pemakaman orang yang sudah wafat itu.

Karena itu Rasulullah dalam sebuah haditsnya melarang umatnya untuk mempelester kuburan, duduk-duduk di atasnya, atau bahkan membangun bangunan di atas kuburan.

baca juga:

Rasulullah SAW bersabda:

«ﻧﻬﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﺠﺼﺺ اﻟﻘﺒﺮ، ﻭﺃﻥ ﻳﻘﻌﺪ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺃﻥ ﻳﺒﻨﻰ ﻋﻠﻴﻪ»   

Artinya: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk memplester kuburan, duduk di atasnya dan membangun kuburan.” (HR Muslim).

Syekh Zainuddin al-Maliabar dalam kitab Fathul Mu'in, halaman 219, menambahkan bahwa larangan membangun/mempelester kuburan manakala tidak ada hajat seperti takut rusak, takut dibongkar, atau takut terkena banjir.

كره بناء له أي للقبر أو عليه لصحة النهي عنه بلا حاجة كخوف نبش أو حفر سبع أو هدم سيل.   ومحل كراهة البناء إذا كان بملكه فإن كان بناء نفس القبر بغير حاجة مما مر أو نحو قبة عليه بمسبلة وهي ما اعتاد أهل البلد الدفن فيها عرف أصلها ومسبلها أم لا أو موقوفة حرم وهدم وجوبا لأنه يتأبد بعد انمحاق الميت ففيه تضييق على المسلمين بما لا غرض فيه.   

Artinya: “Makruh membangun kuburan, sebab adanya larangan syara’. Kemakruhan ini ketika tanpa adanya hajat, seperti khawatir dibongkar, dirusak hewan atau diterjang banjir. Hukum makruh membangun kuburan ini ketika mayit di kubur di tanah miliknya sendiri, jika membangun kuburan dengan tanpa adanya hajat atau memberi kubah pada kuburan ini di pemakaman umum, yakni tempat yang biasa digunakan masyarakat setempat untuk mengubur jenazah, baik diketahui asalnya dan keumumannya atau tidak, atau di kuburkan di tanah wakaf, maka membangun kuburan tersebut hukumnya haram dan wajib dibongkar, sebab kuburan tersebut akan menetap selamanya meski setelah hancurnya mayit, dan akan menyebabkan mempersempit umat muslim tanpa adanya tujuan."

Sedangkan jika tujuan membangun pada kuburan tujuannya hanya untuk berhias, maka bisa haram. Abdurrahman al-Jaziri, dalam al-Fiqh ala al-Madzahib al-Arba’ah, juz 1, hal. 536, menambahkan:

   يكره أن يبنى على القبر بيت أو قبة أو مدرسة أو مسجد أو حيطان - إذا لم يقصد بها الزينة والتفاخر وإلا كان ذلك حراما      

Artinya: “Makruh membangun pada kuburan sebuah ruang, kubah, sekolah, masjid, atau tembok, ketika tidak bertujuan untuk menghias dan memegahkan, jika karena tujuan tersebut, maka membangun pada makam dihukumi haram."

Sumber: NU Online