Rahmah

Hukum Menceraikan Istri dalam Kondisi Marah

Hubungan suami dan istri tidak selamanya harmonis, begini hukum menceraikan istri dalam kondisi marah.

Hukum Menceraikan Istri dalam Kondisi Marah
Ilustrasi (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Hubungan antar suami dan istri tidak selamanya harmonis. Ada masanya satu sama lain berbeda pandangan sehingga mengakibatkan pertengkaran dan ketidakharmonisan. Tidak hanya itu, bahkan sampai pada perceraian.

Islam memang membolehkan perceraian. Meskipun hal itu masuk dalam kategori perbuatan yang sangat Allah benci.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga yang membina masyarakat memberi penjelasan terkait perceraian yang dilakukan dalam keadaan marah.

baca juga:

Dilansir dari laman resmi MUI, sebelum menjawab tentang hukum talak dalam kondisi marah, hal yang penting dibahas adalah kajian tentang akal. Sebab pada dasarnya, akal memiliki keterlibatan dan keterkaitan yang sangat kuat dalam objek hukum.

Kata akal/’aqola diserap dari bahasa Arab ‘aqola-ya’qilu-‘aqlan yang berarti atara lain; memahami, menyadari, menyerap. Selain itu, menjaga akal (hifzhu al-Aqli) termasuk lima pokok penting dalam Islam, selain menjaga agama, harta, jiwa, dan keturunan.

Dalam al-Jami’ li ahkami al-Quran, Imam Al Qurthubi manyebutkan tentang keutamaan akal menjadi alasan atas taklif, kewajibkan ibadah atas manusia, dapat mengenal Allah SWT dan memahami Kalam-Nya, mampu menghubungkan seluruh kenikmatan dan sebagai sarana untuk membenarkan Rasul-Nya.

Kemudian, Imam Al Ghazali dalam al-Mustashfa juga menjelaskan, akal merupakan alat untuk memahami, penerima amanat, termasuk objek khitab atas perbuatan seseorang.

Begitu juga dalam kajian fikih dijelaskan bahwa akal memiliki implikasi kuat atas konsekuensi suatu perbuatan, termasuk kaitannya dengan hukum talaknya seseorang.

Dengan demikian, hilangnya akal sehat dapat disebabkan oleh marah atau karena mabuk setelah sengaja mengkonsumsi minuman keras. Sehingga secara khusus, kondisi keduanya banyak dibahas dalam kitab fikih terkait keabsahan talaknya seseorang terhadap istrinya, seperti keterangan berikut: