Rahmah

Hukum Memotong Kuku saat Haid

Ada anggapan tindakan demikian diharamkan


Hukum Memotong Kuku saat Haid
Potong tangan saat haid (dutaislam)

AKURAT.CO, Haid adalah keluarnya darah dari bagian vagina wanita diakibatkan siklus bulanan alami pada tubuh wanita. Siklus ini merupakan proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika terjadi kehamilan.

Ada anggapan di masyarakat bahwa memotong kuku pada saat haid atau junub adalah tindakan yang diharamkan. Sebab, jika bagian kuku yang telah dipotong itu hilang dan tidak dibasuh saat mandi suci, maka akan mendatangkan siksaan di akhirat.

Keterangan yang menjadi landasan salah satunya dalam Nihayatuzzain juz I halaman 31, sebagai berikut:

baca juga:

وَمَنْ لَزِمَهُ غُسْلٌ يُسَنُّ لَهُ أَلَّا يُزِيْلَ شَيْئاً مِنْ بَدَنِهِ وَلَوْ دَمًا أَوْ شَعَرًا أَوْ ظُفْرًا حَتَّى يَغْتَسِلَ لِأَنَّ كُلَّ جُزْءٍ يَعُوْدُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ فَلَوْ أَزَالَهُ قَبْلَ الْغُسْلِ عَادَ عَلَيْهِ الْحَدَثُ الْأَكْبَرُ تَبْكِيْتًا لِلشَّخْصِ

Artinya: “Barang siapa yang wajib mandi maka agar tidak menghilangkan satupun dari anggota badannya walaupun berupa darah atau kuku sehingga mandi, karena semua anggota badan akan kembali kepadanya di akherat. Jika dia menghilangkannya sebelum mandi maka hadats besar akan kembali kepadanya sebagia teguran kepadanya.”

Memang benar bahwa ketika seseorang mandi besar maka ia harus meratakan seluruh anggota badannya denga air, baik anggota badan yang nampak atau bagian bawah dari bagian-bagian yang sekiranya masih bisa terjangkau oleh air.

Disebutkan dalam kitab Fath Al-Mu’in jilid 1, halaman 31 sebagai berikut:

وَ ) ثاَنِيْهِمَا ( تَعْمِيْمُ ) ظَاهِرُ ( بَدَنٍ حَتىَّ ) َاْلأَظْفاَرَ وَماَ تَحْتَهاَ وَ ( الشَّعْرَ ) ظَاهِرًا وَباَطِناً وَإِنْ كَثِفَ وَماَ ظَهَرَ مِنْ نَحْوِ مَنْبَتِ شَعْرَةٍ زَالَتْ قَبْلَ غَسْلِهاَ

Artinya: “Syarat yang kedua yaitu meratakan air pada seluruh anggota dzohir badan hingga kuku dan di bagian bawahnya, rambut bagian luar dan dalam, yakni tempat tumbuhnya rambut yang telah lepas sebelum mandi.”

Anggapan bahwa haram memotong kuku saat haid tidaklah benar. Karena, seperti dikutip dari laman Tebuireng Online, yang wajib dibasuh adalah alat atau tempat potongan kuku yang dipotong saat keadaan haid. Bukan kuku yang sudah terpotong.

Selain itu, seperti pandangan Imam Abu Hanifah, jika pun ada sehelai rambut yang belum terbasuh saat mandi besar, maka tetap dianggap sah.