Rahmah

Hukum Memakai Obat Kuat bagi Suami saat Akan Berhubungan Badan

Kebanyakan orang mengira hukumnya haram


Hukum Memakai Obat Kuat bagi Suami saat Akan Berhubungan Badan
Ilustrasi mengonsumsi obat kuat (THE TIMES)

AKURAT.CO Setiap pasangan suami istri yang sudah sah menikah memiliki kebutuhan hubungan seksual. Tidak lain, itu untuk selalu menumbuhkan rasa harmonis antar satu dengan yang lainnya.

Maka sebab demikian, Islam memerintah umatnya untuk menikah dengan wanita yang penuh kasih sayang, dan wanita-wanita yang subur, yang akan memberikan banyak anak dan keturunan.

Sabda Rasulullah ﷺ sebagaimana diriwayatkan oleh Sahabat Anas:

 تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَة 

Artinya: “Nikahilah wanita yang penuh kasih sayang, yang banyak anaknya. Sesungguhnya aku akan berlomba banyak dengan kalian besok di hari kiamat.” (HR. Ibnu Hibban).

Lalu bagaimana jika seorang laki-laki menggunakan obat kuat agar hubungan seksualnya dengan istri dapat berjalan lebih harmonis? Apakah Islam membolehkan, atau justru melarangnya sama sekali?

Abu Bakar bin Muhammad Syatha ad-Dimyathi, dalam I’ânatuth Thâlibîn, juz 3, halaman 316, menegaskan demikian;

ويندب التقوي له بأدوية مباحة مع رعاية القوانين الطبية ومع قصد صالح، كعفة ونسل، لأنه وسيلة لمحبوب فليكن محبوبا، وكثير من الناس يترك التقوي المذكور فيتولد من الوطئ مضار جدا. 

Artinya: “Dan disunnahkan bagi lelaki menggunakan media yang bisa memperkuat tubuh dengan obat-obatan yang diperkenankan namun harus dengan memperhatikan aturan-aturan medis serta mempunyai tujuan yang baik, seperti menjaga keharmonisan keluarga dan keturunan. Karena hal tersebut merupakan media supaya lelaki tetap dicintai istrinya. Oleh karena itu sebaiknya lelaki memang dicintai istrinya.  Banyak masyarakat yang tidak menggunakan obat kuat tersebut. Akhirnya senggamanya menghasilkan bahaya yang cukup besar.”

Dari keterangan di atas jelas, bahwa memakai media yang bisa memperkuat tubuh seseorang dalam melakukan hubungan badan antar suami dan istri adalah sunah, dengan syarat sesuai dengan aturan medis.

Sebagai orang Islam, ketika akan berhubungan badan harus dilakukan dengan cara-cara yang baik. Hendaknya didahului dengan membaca doa dan juga diakhiri dengan membaca doa (dalam hati) untuk kebaikan keluarganya, khususnya bagi anak yang dilahirkannya kelak. Niat yang baik dan karena supaya mendapatkan keturunan yang saleh dan salehah juga harus selalu ditanamkan dalam diri, agar dipenuhi dengan pahala dan keberkahan.

Wallahu A'lam.[]