Rahmah

Hukum Memakai Cadar dalam Islam

Cadar diperdebatkan antar kelompok.


Hukum Memakai Cadar dalam Islam
Perempuan Bercadar (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Islam merupakan agama yang mengharuskan umatnya menutupi aurat. Menutup aurat penting guna menjaga kehormatan manusia sebagai makhluk yang mulia. Dan salah satu jenis penutup aurat dalam Islam adalah niqab atau cadar.

Memakai cadar (niqab) hingga hari ini masih menjadi perdebatan satu kelompok dengan kelompok yang lain. Yang setuju dengan memakai cadar ada sebagian yang menyalahkan yang tidak bercadar. Sedang yang tidak setuju dengan cadar, tidak carang mencela yang memakai cadar.

Dalam Islam, persoalan memakai cadar terjadi perbedaan pendapat antara satu ulama dengan ulama yang lain. Sebagaimana diketahui bahwa dalam Mazhab Ahlussunnah terdapat empat mazhab, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Keempatnya memiliki perbedaan pendapat soal hukum memakainya.

baca juga:

Menurut Mazhab Hanafi, pada zaman sekarang, perempuan muda dilarang memperlihatkan wajahnya pada laki-laki, bukan hanya karena wajah itu sendiri adalah aurat, akan tetapi karena menghindari fitnah. Ini sebagaimana disebut dalam Al-Mausu’at Al-Fiqhiyyah. Artinya, Mazhab Hanafi mengharuskan seseorang memakai tutup muka atau cadar.

Berbeda dengan Hanafi, Mazhab Maliki, makruh hukumnya menutupi wajah sebab terlihat berlebihan. Akan tetapi jika dihawatrirkan adanya fitnah karena kondisi masyarakat yang moralnya jelek, maka wajib hukumnya memakai cadar. Ini juga sebagaimana disebut dalam kitab yang sama; Al-Mausu’at Al-Fiqhiyyah. Artinya, Mazhab Maliki memberikan argumen rasional bahwa tidak mutlak akan kewajiban bercadar, namun hanya dalam kondisi tertentu saja.

Sedangkan dalam cara pandang Mazhab Syafi’i, memakai cadar terdapat beberapa pandanga. Pertama, menyatakan wajib, jika takut terjadi fitnah. Kedua, sunah, jika dengan niat menjaga harga diri karena kondisi sosial yang melatarbelakanginya. Dan ketiga, khilaf al-awla, yaitu tidak memakai cadar dalam kondisi sosial yang biasa dan sedangkan di sisi lain hawatir dianggap boros/berlebih-lebihan. Demikian juga disebut dalam Al-Mau’su’at Al-Fiqhiyyah.

Sedangkan Mazhab Hambali menyebutkan bahwa memakai tutup muka atau cadar adalah suatu kewajiban mutlak, sebab menurutnya semua bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk bagian kecil dari kukunya. Dalam kitab Zad Al-Masir Imam Ahmad Ibn Hambal berkata: “setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk kukunya.”

Pada akhirnya, hukum memakai cadar dalam Islam terdapat beberapa pendapat, ada yang membolehkan, ada yang tidak membolehkan, dan ada pula yang fleksibel sesuai dengan kondisi lingkungan. Umat Islam boleh memilih mana yang tepat dari pendapat para ulama di atas. Prinsipnya, tidak menyalahkan satu sama lain atas orang yang berbeda pilihan dengan kita. Wallahu A’lam.[]