Rahmah

Hukum Khitan Bagi Perempuan, Muslim Wajib Tahu

Perempuan oleh sebagian ulama diwajibkan berkhitan


Hukum Khitan Bagi Perempuan, Muslim Wajib Tahu
Khitan Perempuan (Jawapos)

AKURAT.CO  Khitan adalah ajaran yang sudah dilakukan sejak masa Nabi Ibrahim As. Secara syar'i, khitan penting dilakukan agar tidak ada najis yang tertinggal pada bagian ujung kemaluan seseorang, sebab bisa membuat salat tidak sah.

Pada umumnya, khitan diberlakukan kepada laki-laki. Lalu, bagaimana jika perempuan juga berkhitan? Apa hukum bagi perempuan yang melakukan khitan ini?

Pada dasarnya, para ulama berbeda pendapat tentang khitan pada perempuan. Misalnya, sebagian mengatakan wajib. Sebagaimana hal ini disampaikan dalam Kitab I'anatuth Thalibin.

 ووجب ختان للمرأة والرجل حيث لم يولدا مختونين

Artinya: "Wajib berkhitan bagi perempuan dan laki-laki jika waktu dilahirkan belum keadaan terkhitan."

Pelaksanaan khitan sendiri ada baiknya dilakukan manakala seorang anak sudah dewasa. sebagaimana disebutkan di dalam Kitab Tuhfatul Habib disebutkan bahwa:

 ﻗﺎﻝ ﺍﻷﺻﺤﺎﺏ : ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﺠﺐ ﺍﻟﺨﺘﺎﻥ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺒﻠﻮﻍ، ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳﺨﺘﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﺒﻊ ﻣﻦ ﻭﻻﺩﺗﻪ ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺿﻌﻴﻔﺎً ﻻ ﻳﺤﺘﻤﻠﻪ ﻓﻴﺆﺧﺮ ﺣﺘﻰ ﻳﺤﺘﻤﻠﻪ 

Artinya: "Para santri Imam Syafi'i berkata bahwa sesungguhnya khitan itu wajib setelah dewasa. Namun pelaksanaannya sunah dilakukan saat bayi berusia tujuh hari dari hari kelahirannya, terkecuali bila kondisi bayi tersebut lemah dan tidak mampu menanggungnya, maka pelaksanaannya bisa ditunda sampai ia dewasa."

Jika pendapat di atas mengatakan bahwa khitan merupakan kewajiban, ulama lain berbeda pandangan bahwa kewajiban khitan hanya bagi laki-laki, sedangkan bagi perempuan hukumnya sunah.

Dikatakan sebagai berikut:

ﻭﺍﻟﺮﺍﺟﺢ ﺃﻥ ﺍﻟﺨﺘﺎﻥ ﺳﻨﺔ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻭﻟﻴﺲ ﺑﻮﺍﺟﺐ 

Artinya: "Pendapat yang unggul adalah bahwasanya khitan itu hukumnya sunah bagi kaum perempuan, tidak wajib."