Rahmah

Hukum Islam Tentang Taat Pada Aturan Pemberlakuan Protokol Kesehatan

Taat pada pemerintah adalah kewajiban


Hukum Islam Tentang Taat Pada Aturan Pemberlakuan Protokol Kesehatan
Kegiatan pendidikan dengan protokol kesehatan ketat (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Pada masa pandemi seperti sekarang, pemerintah banyak membuat kebijakan-kebijakan demi menjaga kesehatan dan keselamatan warganya. Seperti dengan mengharuskan protokol kesehatan di setiap tempat.

Taat kepada pemerintah sendiri, sebagaimana menurut Al-Qur'an, adalah sebuah kewajiban. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S. Al-Nisa’ ayat 59).

Tidak hanya di dalam Al-Qur'an, perintah untuk taat kepada pemerintah juga banyak disebutkan di dalam hadits Nabi. Hal ini salah satunya sebagaiman dalil yang diisyaratkan dalam sabda Nabi Muhammad SAW berikut:

عَنْ أَبِي بَكَرَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ “مَنْ أَكْرَمَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِي الدُّنْيَا، أَكْرَمَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِي الدُّنْيَا، أَهَانَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Bakrah ia berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “barangsiapa memuliakan pemimpin di dunia, maka Allah akan memuliakannya di akhirat. Namun barang siapa merendahkan (menghina) pemimpin  di dunia, maka Allah akan merendahkannya di akhirat. (HR. Al-Turmidzi No. 2224).

Maka jika kita merujuk dalil-dalil di atas, taat pada aturan pemerintah adalah sebuah kewajiban, termasuk menjalankan protokol kesehatan agar kita bebas dari penukaran virus Corona.

Kewajiban taat pada penguasa jni sejalan dengan statemen Syekh an-Nawawi al-Bantani, ulama dunia asal Nusantara, dalam kitab Nihâyat al-Zain:

  إِذَا أَمَرَ بِوَاجِبٍ تَأَكَّدَ وُجُوْبُهُ، وَإِذَا أَمَرَ بِمَنْدُوْبٍ وَجَبَ، وَإِنْ أَمَرَ بِمُبَاحٍ: فَإِنْ كَانَ فِيْهِ مَصْلَحَةٌ عَامَّةٌ كَتَرْكِ شُرْبِ الدُّخَانِ وَجَبَ، بِخِلَافِ مَا إِذَا أَمَرَ بِمُحَرَّمٍ أَوْ مَكْرُوْهٍ أَوْ مُبَاحٍ لَا مَصْلَحَةَ فِيْهِ عَامَّةً. 

Artinya: ”Apabila pemimpin suatu pemerintahan/negara memerintahkan perkara wajib, maka kewajiban itu menjadi semakin kuat; jika memerintahkan perkara sunnah, maka sesuatu yang sunah itu menjadi wajib; dan jika memerintahkan perkara mubah--bila di dalamnya terdapat kemaslahatan publik--maka wajib dipatuhi, seperti larangan merokok. Hal ini berbeda bila ia memerintahkan perkara haram, makruh ataupun mubah yang tidak mengandung kemaslahatan publik, maka tidak wajib dipenuhi.” 

Kesimpulannya; taat pada pemerintah dalam menjalankan protokol kesehatan adalah sebuah kewajiban. Mentaatinya sama dengan menjalankan kewajiban syariat Islam. Sebab baik Al-Qur'an, hadits, maupun ulama, bersepakat bahwa taat pada pemerintah adalah sebuah kewajiban. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online