Rahmah

Hukum Islam tentang Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Sebagian orang menganggap sebagai ajaran sesat.

Hukum Islam tentang Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Warga hormat pada bendera (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO Saat tiba hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) masyarakat Indonesia melakukan penghormatan kepada bendera merah putih. Itu sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat yang telah Allah berikan kepada bangsa Indonesia.

Adapun tentang hukum menyanyikan lagu Indonesia Raya pada dasarnya tidak ada dalil agama yang mengharamkan ekspresi cinta tanah air tersebut. Hal ini disinggung oleh Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, jilid 3, halaman 576 sebagai berikut ini:

وأقول: إن الأغاني الوطنية أو الداعية إلى فضيلة، أو جهاد، لا مانع منها، بشرط عدم الاختلاط، وستر أجزاء المرأة ما عدا الوجه والكفين. وأما الأغاني المحرضة على الرذيلة فلا شك في حرمتها، حتى عند القائلين بإباحة الغناء، وعلى التخصيص منكرات الإذاعة والتلفاز الكثيرة في وقتنا الحاضر.

baca juga:

Artinya: “Saya bisa mengatakan, ‘Lagu-lagu kebangsaan, atau lagu-lagu yang memotivasi anak bangsa pada kemuliaan atau semangat perjuangan, tidak ada larangan (dalam agama) dengan syarat tidak campur baur laki-perempuan, dan (syarat lain) tutup tubuh perempuan selain wajah dan telapak tangan. Sedangkan lagu-lagu yang mendorong orang pada akhlak tercela, jelas diharamkan sekalipun menurut ulama yang menyatakan kemubahan lagu dan nyanyian, terutama sekali (lagu-lagu yang mengandung) kemunkaran seperti ditayangkan stasiun radio dan televisi di zaman kita sekarang ini."

Kewajiban dan larangan dalam agama sudah jelas batasan-batasannya. Sedangkan masalah penghormatan bendera merupakan bagian dari rahmat Allah SWT yang patut disyukuri seperti sabda Rasulullah SAW pada Hadits Ke-30 yang dikutip dari Kitab Al-Arba‘in Nawawiyah berikut ini.

 قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم: إِنَّ اللهَ-تَعَالَى-فَرَضَ فَرَائِضَ فَلاَ تُضَيِّعُوهَا، وَحَدَّ حُدُودًا فَلاَ تَعْتَدُوهَا، وَنَهَى عَنْ أَشْيَاءَ فَلاَ تَنْتَهِكُوهَا، وَسَكَتَ عَنْ أَشْيَاءَ مِنْ غَيْرِ نِسْيَانٍ لَهَا رَحْمَةً لَكُمْ فَلاَ تَبْحَثُوا عَنْهَا  

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh, Allah telah menentukan sejumlah kewajiban. Jangan kalian menyia-siakannya. Ia juga telah membuat sejumlah batasan. Jangan kalian melampaui batasan-Nya. Ia juga telah melarang beberapa hal. Jangan kalian melanggarnya. Ia mendiamkan sejumlah masalah, bukan karena lupa, tetapi karena kasih sayang-Nya kepada kalian. Oleh karena itu kalian jangan mempermasalahkannya,’” (HR Daruquthni).

Dari keterangan di atas, hormat pada bendera merah putih merupakan bentuk cinta tanah air. Melakukannya juga sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah Tuhan YME yang telah memberikan kemerdekaan pada bangsa Indonesia, bukan dengan niat melakukan kemaksiatan. Sehingga dapat disimpulkan, hukum hormat kepada bendera merah putih adalah mubah (boleh) dalam Islam.

Wallahu A'lam.[]