Rahmah

Hukum Hubungan Seksual LGBT dalam Pandangan Islam

LGBT dilarang di dalam Islam


Hukum Hubungan Seksual LGBT dalam Pandangan Islam
Ilustrasi - LGBT (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO  Mengutip Wikipedia, LGBT adalah jargon yang dipakai untuk gerakan emansipasi di kalangan non-heteroseksual. Istilah itu berasal dari singkatan bagi lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual, untuk menunjukkan gabungan dari kalangan minoritas dalam hal seksualitas.

Secara spesifik, pada artikel ini akan dibahas tentang LGBT dalam bentuk lesbian, atau hubungan seksual yang dilakukan antara perempuan dengan perempuan yang lain. 

Syekh M Nawawi Banten, dalam Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi’in, halaman 349, mengatakan demikian:

وتساحق النساء حرام ويعزرون بذلك لأنه فعل محرم. قال القاضي أبو الطيب وإثم ذلك كإثم الزنا، لقوله صلى الله عليه وسلم "إذا أتت المرأة المرأة فهما زانيان" 

Artinya: “Hubungan seksual sesama perempuan (sihaq) adalah haram. Pelakunya dikenakan sanksi level takzir karena sihaq merupakan tindakan yang diharamkan. Qadhi Abut Thayyib mengatakan, ‘Dosa sihaq serupa dengan dosa zina berdasarkan sabda Rasulullah SAW, ‘Bila perempuan melakukan seksual dengan sejenisnya, keduanya telah berzina’."

Dari penjelasan di atas sudah jelas bahwa lesbian adalah haram. Perlakuan seksual model demikian dalam Islam bahkan harus dijatuhi sangsi karena serupa dengan perbuatan zina.

Sementara itu menurut Abdul Hamid As-Syarwani dan Ahmad Ibnu Qasim Al-Abbadi, dalam Hawasyi Tuhfatil Muhtaj, Musthofa Muhammad, juz IX, halaman 104, orang yang melakukan lesbian harus ditakzir/dikenakan hukuman.

 ولا حد بمفاخذة وغيرها مما ليس فيه تغييب حشفة كالسحاق( عبارة المغني ولا بإتيان المرأة المرأة بل تعزران ولا باستمنائه باليد بل يعزر اما بيد من يحل الاستمتاع بها فمكروه لأنه في معنى العزل) لعدم الإيلاج السابق

Artinya: “Tiada sanksi hudud bagi tindakan seksual dengan paha dan aktivitas seksual lain yang tidak sampai memasukan kelamin laki-laki seperti sihaq. Redaksi dalam Mughni, ‘Tiada sanksi hudud bagi pelaku lesbian. Keduanya cukup di-takzir. Begitu juga mereka yang melakukan masturbasi dengan tangannya. Mereka di-takzir. Sedangkan masturbasi pria dengan menggunakan tangan istri atau budak perempuannya, hukumnya makruh karena masuk kategori ‘azal [keluar mani di luar vagina]’ (karena tidak ada masuknya penis seperti keterangan lalu)."

Kesimpulannya, hukum seksual dengan cara lesbian adalah haram. Islam melarang perbuatan demikian sebab serupa dengan perbuatan zina. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online