Rahmah

Hukum Berjabat Tangan Setelah Salat Jamaah

Sebagian orang menganggap bid'ah, begini hukum berjabat tangan setelah salat jamaah.


Hukum Berjabat Tangan Setelah Salat Jamaah
Jabat tangan (amrkhaled.com)

AKURAT.CO Salah satu hal yang dilakukan oleh umat Islam setelah salat jemaah adalah saling bersalaman. Kegiatan ini lumrah dilakukan baik di kampung maupun di kota.

Entah karena keraguan apa, sebagian kalangan masih berdebat bahwa bersalaman setelah salat adalah perkara bidah. Mereka menganggap bahwa umat Islam yang melakukan demikian dihukumi berdosa.

Padahal, dalam berbagai hadis menyebutkan bahwa bersalaman adalah sesuatu yang dianjurkan dalam Islam karena dapat mempererat hubungan persaudaraan sesama umat Islam. Lebih lagi, bersalaman dalam hal ini adalah amalan yang dilakukan 'setelah' salat bukan di dalam salat.

baca juga:

Di hadis riwayat Imam Bukhari bersalaman setelah salat juga pernah dilakukan Nabi Muhammad dengan para sahabat.

"Diriwayatkan dari sahabat Yazid bin Aswad bahwa ia salat subuh bersama Rasulallah SAW, lalu setelah salat para jamaah berebut untuk menyalami Nabi Muhammad, lalu mereka mengusapkan ke wajahnya masing-masing, dan begitu juga saya, menyalami tangan Nabi lalu saya usapkan ke wajah saya," (H.R. Bukhari, hadits ke 3360).

Hadis riwayat Imam Abu Dawud menjelaskan bahwa bersalaman justru dapat menghapus dosa-dosa kita.

"Diriwayatkan dari Al-Barra’, dari Azib r.a. Rasulallah SAW bersabda, “Tidaklah ada dua orang muslim yang saling bertemu kemudian saling bersalaman kecuali dosa-dosa keduanya diampuni oleh Allah SWT sebelum berpisah,” (H.R. Abu Dawud)

Selain hadis di atas, para ulama juga berpendapat tentang bersalaman.

1. Imam Izzuddin bin Abdissalam. Beliau mengatakan bahwa bersalaman setelah salat adalah termasuk kategori bidah khazanah (bidah yang diperbolehkan)