News

Hujan Terparah dalam 80 Tahun Picu Banjir Besar di Seoul, 8 Orang Tewas

Korsel sering mengalami hujan lebat di musim panas.


Hujan Terparah dalam 80 Tahun Picu Banjir Besar di Seoul,  8 Orang Tewas
Situasi banjir di Seoul, Korea Selatan, pada Senin (8/8) ( Twitter/@i_melody_you/@cafetero7878)

AKURAT.CO Banjir parah akibat hujan deras telah menggenangi sebagian ibu kota Korea Selatan (Korsel), menewaskan sedikitnya delapan orang, dan melukai 14 lainnya.

Hujan lebat yang mengguyur Seoul terjadi mulai Senin (8/8) pagi waktu setempat, dan semakin deras menjelang malam, menurut DW.

Pada Senin malam, bagian selatan ibu kota dilaporkan menerima lebih dari 100mm hujan per jamnya. Curah hujan di beberapa bagian kota juga tercatat mencapai hingga 141,5mm. Ini adalah curah hujan terburuk dalam 80 tahun, menurut media lokal mengutip Administrasi Meteorologi Korea (KMA).

baca juga:

Hingga Selasa (9/8) pukul 14.00, akumulasi presipitasi di Seoul menyentuh 451mm, dengan perkiraan lebih banyak hujan masih akan turun.

Curah hujan yang sangat tinggi di Seoul juga akhirnya membuat banyak infrastruktur tergangggu. Sebagaimana diwartakan BBC, banjir telah menenggelamkan jalanan, membanjiri stasiun metro, hingga menyebabkan pemadaman listrik di seluruh kota dan provinsi tetangga.

Gambar-gambar yang beredar menunjukkan situasi serupa, memperlihatkan air bah yang mengalir deras menuruni tangga metro. Ada pula adegan di mana mobil-mobil yang diparkir terendam hingga bagian jendela. Sementara di jalanan, orang-orang bersusah payah menyeberang, mengarungi jalanan dengan genangan air setinggi lutut.

Data telah menunjukkan bahwa sedikitnya 765 fasilitas telah rusak. Sementara sekitar 52 jalan raya dan jalan terblokir. 

Setidaknya 163 orang di Seoul juga telah kehilangan tempat tinggal dan harus berlindung di sekolah-sekolah dan fasilitas umum, menurut Yonhap.

Pada Selasa pagi, presiden Yoon Suk-yeol memerintahkan para pejabat pemerintah untuk mengevakuasi penduduk dari daerah berisiko tinggi. Menggelar pertemuan tanggap darutat, ia mendesak pihak berwenang untuk fokus pada pencegahan korban, pengendalian bencana, dan pemulihan daerah-daerah yang terdampak banjir.